Peristiwa
Pantau Arus Lalu Lintas Mudik Lebaran, Polres Gunungkidul Gunakan Drone
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Polres Gunungkidul menyiapkan ratusan personil dalam pengamanan arus mudik maupun arus balik lebaran. Selain itu, dari jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) melakukan trobosan anyar dengan memberikan layanan pantauan lalu lintas melalui udara yang dapat dilihat oleh masyarakat. Sehingga hal itu nantinya dapat memepermudah masyarakat memilih jalur alternatif.
Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko mengatakan, trobosan baru tersebut ialah pantauan arus lalu lintas yang tidak hanya dilakukan melalui pantauan darat saja. Namun pihaknya akan memanfaatkan beberapa kamera dengan drone di beberapa titik untuk mengetahui kondisi arus lalu lintas.
“Ada beberapa titik, seperti di jalur Jogja-Wonosari di Patuk itu, di pusat kota Wonosari dan beberapa jalan ke arah pantai,” kata Mega Tetuko, usai mengikuti gelar pasukan Operasi Ketupat Progo 2019, Selasa (28/05/2019).
Mega mengatakan, pemantauan dengan menggunakan drone tersebut nantinya dapat mempermudah petugas dalam melakukan upaya antisipasi terjadinya kemacetan. Selain itu juga dapat mempermudah masyarakat untuk mengambil jalur alternatif.
“Bisa melalui IG @TMC_Satlantas_Gunungkidul, follow ya. Selain itu juga nanti petugas juga dapat melakukan upaya penguraian kemacetan. Kemudian masyarakat bisa mengetahui, oh sini macet berati lewat sini, seperti itu,” terang dia.
Sementara itu, Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady mengungkapkan, dalam operasi kali ini pihaknya mengerahkan 445 personil. Upaya ini dilakukan lantaran Gunungkidul masuk kedalam jalur penyangga pemudik sehingga nanti pengguna jalan dapat berlalulintas dengan lancar.
“Kita bagi dalam dua katagori, untuk jalur mudik, jalur penyangga dari selatan itu Jawa Timur menuju Jawa Tengah itu jalur kita digunakan. Untuk jalur wisata juga kita pantau karena banyak obyek wisata di Gunungkidul ini,” terang Fuady.
Selain itu, pihaknya juga akan menempatkan beberapa personil yang disiapkan untuk menjadi tim ganjal ban. Selain itu, utamanya di jalur rawan kemacetan pihaknya menempatkan tim urai kemacetan.
“Tim ganjal ban ada di Patuk ada pos di sana. Untuk kemacetan di Jalan Jogja-Wonosari ada tim kita disana,” terang dia.
Untuk jalur rawan sendiri, Fuady menjelaskan bahwa tidak ada jalur khusus atau jalur tengkorak. Namun beberapa ruas jalan di Gunungkidul cukup berbahaya akibat kondisi geografis yang ada.
“Jangan ngebut di jalan Gunungkidul. Tidak cocok untuk kecepatan tinggi nanti bisa kecelakaan,” imbau dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
