Sosial
Pasar COD Wonosari, Potret Nyata Kegigihan Para Wanita Hebat Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejak beberapa waktu lalu, terutama saat masa pandemi melanda, sedang ngetren pembelian dengan sistem COD (Cosh on Delivery). Para penjual online melayani berbagai pesanan dari konsumen mereka dengan langsung mengantar ke rumah para konsumen. Barang dagangan para pedagang COD ini sendiri sangat bervariasi dan bahkan semua jenis ada, mulai dari barang elektronik, jajanan, bahan pangan, perkakas, dan lainnya bisa dilayani. Mekanismenya, pembeli hanya perlu memesan barang yang diinginkan melalui layanan media sosial baik Facebook, Whatsapp hingga Instagram, dan nantinya diantar oleh penjual.
Yang menarik, sebagian besar pedagang online yang beroperasi di Gunungkidul adalah kalangan wanita. Setiap sore, puluhan bahkan ratusan wanita berkumpul di kompleks eks terminal Wonosari. Di lokasi ini, para pedagang COD sekaligus juga menggelar barang dagangannya sembari menunggu pesanan online ke mereka.
Salah seorang pedagang Pasar COD Wonosari, Manda mengatakan, dirinya sudah agak lama menekuni penjualan online. Hampir setiap sore ia datang ke lokas pasar COD di eks terminal Wonosari untuk mengambil barang sesuai dengan pesanan yang ia dapat. Dirinya juga membawa dagangan untuk COD dengan sejumlah pembeli maupun pedagang lainnya.
“Sudah sejak 3 bulan ini COD disini. Kalau dulu biasanya di sekitar SMK 1 Wonosari kemudian pindah ke sini agar satu titik,” kata Manda yang merupakan warga Kapanewon Playen ini.
Adapun para pedagang yang ada di Pasar COD tersebut berasal dari berbagai daerah di Gunungkidul. Bahkan, ada beberapa yang berasal dari Rongkop, Tanjungsari dan beberapa daerah lainnnya pinggir lainnya.

“Berbagai barang dibawa oleh para pedagang online mulai dari buah, sayur, makanan dan yang lainnya. Jadi ketemunya di sini setiap sore. Ramai sekali setiap sore, Alhamdulillah,” kata dia.
Menurutnya, penjualan dari sistem COD semacam ini lumayan menguntungkan sehingga banyak yang berminat. Terlebih dengan kondisi sekarang ini di mana banyak warga yang memilih untuk membeli perkakas, bahan pangan dan lainnya secara online agar lebih efektif. Harganya pun juga lebih murah dibanding dengan harga toko.
Hasil pendapatan yang diperoleh menurut dia paling tidak bisa untuk membantu pemenuhan kebutuhan keluarga. Meski jumlahnya tidak banyak, paling tidak bisa untuk meringankan ekonomi keluarga.
“Ya paling tidak bisa untuk membeli bumbu dapur sendiri. Lumayan memang hasilnya,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih memaparkan, ia sempat mencoba untuk berbelanja di Pasar COD Wonosari. Awalnya, ia hanya ingin membeli buah sawo yang memang menjadi kegemarannya. Namun begitu, dengan banyaknya pilihan yang ada, ia akhirnya “kalap” dan akhirnya memborong berbagai macam dagangan.
“Saya awalnya ke sana cuma bawa motor saja, tapi ternyata barang yang saya beli cukup banyak sehingga akhirnya harus manggil staf untuk datang mengangkut barang belanjaan,” paparnya sembari terkekeh.

Di sisi lain, Endah merasa sangat terharu dengan perjuangan para wanita ini. Dengan segala keterbatasannya di dalam kondisi yang sulit ini, para wanita ini berusaha memanfaatkan sedikit peluang untuk menjadi pedagang online. Pasar COD ini bahkan disebutnya sebagai potret nyata kegigihan wanita Gunungkidul. Mayoritas dari para pedagang COD ini adalah para ibu rumah tangga yang berusaha mencari pendapatan sampingan.
“Mereka ini saya lihat telaten sekali, mengumpulkan pesanan dari para konsumennya, terus kemudian mencari barang pesanan tersebut ke rekan lainnya lalu kemudian diantarkan langsung ke konsumen,” ucap dia.
Ke depan, Endah berniat untuk melindungi keberlangsungan pasar COD Wonosari ini. Hal ini menjadi penting lantaran sektor ini, secara langsung menggerakkan perekonomian di tingkat bawah. Perputaran uang di sektor ini kemudian bisa dinikmati oleh kalangan bawah yang membantu perekonomian mereka di saat sulit.
Dalam waktu dekat ini, ia bahkan akan memberikan bantuan keranjang kepada para pedagang di Pasar COD Wonosari. Koordinasi dengan instansi terkait telah dilakukan untuk melakukan pendataan para pedagang online ini. Pun demikian dengan komunikasi dengan pihak CSR bank daerah yang telah menyanggupi untuk penyediaannya.
“Supaya cepat pakai CSR saja, saya lihat ini masih banyak yang pakai tas atau ditaruh di bagian depan motor, bisa sangat berbahaya saat menempuh perjalanan. Dalam waktu dekat ini Insya Allah keranjang bantuan akan direalisasikan,” imbuh Ketua DPC PDIP Gunungkidul ini.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan3 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized6 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Uncategorized1 hari yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
