Peristiwa
Pencari Kayu Bakar Ditemukan Meninggal di Dasar Luweng Panggang, Diduga Terpeleset Saat Beraktivitas
Panggang,(pidjar.com)–Seorang pencari kayu bakar bernama Rujito (56), warga Padukuhan Mulusan, Kapanewon Paliyan, ditemukan meninggal dunia di dasar jurang atau luweng di kawasan Alas Turi, Padukuhan Kadisobo, Kalurahan Girimulyo, Kapanewon Panggang, Rabu (17/6/2026) malam.
Kapolsek Panggang, Gatot Sukoco, menjelaskan bahwa korban berangkat mencari kayu bakar sejak pagi hari. Sekitar pukul 07.30 WIB, korban berpamitan kepada keluarganya untuk menuju Alas Turi milik warga bernama Budi.
“Korban sempat pulang sekitar pukul 15.30 WIB untuk mengambil bekal makanan dan minuman, kemudian kembali lagi ke lokasi untuk melanjutkan mencari kayu bakar,” ujar AKP Gatot Sukoco.
Namun hingga sore menjelang malam, korban tak kunjung pulang. Calon istri korban kemudian berusaha mencari dan menanyakan keberadaan korban kepada warga sekitar. Bersama warga, dilakukan pencarian ke lokasi hutan tempat korban biasa mencari kayu.
“Di lokasi hanya ditemukan sepeda motor, tas, gergaji, parang dan sabit milik korban. Saat pencarian dilanjutkan, warga menemukan sepatu korban berada di bibir luweng,” jelasnya.

Temuan tersebut membuat warga curiga korban terjatuh ke dalam jurang. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Panggang sekitar pukul 20.00 WIB. Anggota Polsek Panggang segera mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan Tim SAR Gunungkidul untuk melakukan pencarian dan evakuasi.
“Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dasar jurang atau luweng. Dari hasil olah TKP juga ditemukan bercak darah di bagian dalam bibir luweng,” kata AKP Gatot.
Menurutnya, korban mengalami sejumlah luka akibat benturan dengan bebatuan di dalam jurang. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan kondisi lokasi kejadian, korban diduga terpeleset saat mencari kayu bakar hingga terjatuh ke dalam luweng.
Proses evakuasi berlangsung melibatkan personel Polsek Panggang, Tim SAR Gunungkidul, serta warga setempat.
Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah kecelakaan murni dan tidak menghendaki proses hukum lebih lanjut. Keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada Polsek Panggang, Tim SAR Gunungkidul, dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga evakuasi korban.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized5 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
