Hukum
Pengeroyokan Sadis Terhadap 3 Remaja, Oknum Dukuh dan Ketua RT Dipanggil Polisi
Ponjong, (pidjar.com)–Nasib apes dialami oleh 3 orang remaja di sebuah kolam pemancingan di Kalurahan Sumbergiri, Kapanewon Ponjong. Gegara dituduh mencuri pakan ikan, 3 orang remaja yang salah satunya masih berstatus di bawah umur tersebut dikeroyok secara sadis oleh sejumlah orang. Tak hanya dipukuli, sejumlah orang juga sempat mendatangi orang tua korban untuk meminta ganti rugi pakan ikan yang dituduhkan dicuri. Kasus penganiayaan ini sendiri masih ditangani oleh aparat dari Polsek Ponjong. Sejumlah orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan ini, telah diperiksa oleh petugas.
Kapolsek Ponjong, Kompol Hendra Prastawa, saat dikonfirmasi di kantornya, membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana kekerasan yang melibatkan sejumlah orang dewasa terhadap tiga remaja. Hendra menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada 10 Januari 2026 silam. Kala itu, 3 remaja yakni MPY (17) warga Kalurahan Gedangrejo, Karangmojo; MAG (17) warga Kalurahan Gedangrejo,nKarangmojo dan JG( 20) warga Kalurahan Sumbergiri, Ponjong tengah memancing di sebuah kolam pemancingan setempat. Berselang beberapa waktu kemudian, para korban didatangi oleh sejumlah orang.
“Beberapa hari sebelumnya, pemilik kolam kehilangan 1 sak pakan ikan. Para remaja ini yang dituduh mencuri,” ucap Hendra, Kamis (05/02/2026).
Merasa tak melakukan pencurian, ketiganya langsung membantah. Rupanya bantahan tersebut justru membuat sekelompok pria itu emosi. Mereka tetap bersikukuh bahwa ketiganya telah melakukan pencurian. Situasi itu berujung pada pengeroyokan.
Kalah jumlah dan tenaga, ketiga korban lantas berusaha melarikan diri. Para pelaku yang sudah terlanjur emosi langsung melakukan pengejaran.

“Ketiganya tertangkap di sebuah jalan yang terletak tak jauh dari lokasi pengeroyokan pertama. Di situ para korban kembali dikeroyok,” papar Hendra.
Tak berhenti sampai di situ, para remaja malang ini lantas dibawa ke areal persawahan. Ketiganya kembali dianiaya secara brutal.
Beruntung kemudian insiden ini diketahui oleh sejumlah warga yang melakukan peleraian.
“Kejadiannya sudah dinihari, jadi kondisi lokasi kejadian memang sepi,” lanjutnya.
Masalah rupanya tak berhenti sampai di situ. Keesokan harinya, sejumlah orang mendatangi rumah salah seorang remaja korban pengeroyokan. Kepada orang tua korban, mereka meminta ganti rugi uang seharga pakan satu sak yang dituduhkan dicuri sang anak.
Permintaan tersebut langsung membuat orang tua korban meradang. Sempat terjadi cek-cok mulut diantara mereka.
“Orang tua korban lantas melapor ke Polsek Ponjong pada 16 Januari 2026 lalu,” ujarnya.
Berdasarkan laporan tersebut, Kapolsek lantas mengerahkan Unit Reskrim Polsek Ponjong guna melakukan penyelidikan. Hingga saat ini, sudah ada 9 orang terduga pelaku yang telah dipanggil dan dimintai keterangan.
Ketika disinggung perihal keterlibatan adanya pejabat setempat dalam kejadian ini, Heri tak menampik. Dari 9 orang terduga pelaku, ada diantaranya oknum dukuh dan Ketua RT.
“Namun untuk statusnya masih saksi. Dalam perkembangan penyelidikan, kita belum menetapkan tersangka,” lanjutnya.
Proses penyelidikan sendiri berlangsung cukup lama lantaran ada banyaknya orang yang terlibat.
“Doakan minggu ini sudah ada perkembangan,” pungkas Hendra.
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya3 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
