Pemerintahan
Perda Sampah Baru Disahkan, “Jualan” Lahan Sampah Ala Gunungkidul
Wonosari,(pidjar.com)– Peraturan daerah (Perda) atas Perubahan Perda nomor 14 tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga telah disahkan oleh jajaran eksekutif dan legislatif Gunungkidul. Dalam peraturan anyar tersebut salah satu yang ditekankan adalah Gunungkidul ke depannya dapat menerima dan mengelola sampah dari luar daerah secara legal.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengembangan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Eko Suharso Prihantoro mengungkapkan, perubahan isi peraturan daerah tersebut mendasar pada instruksi Gubernur DIY nomor 1 tahun 2025 mengenai optimalisasi pengelolaan sampah di kabupaten maupun kota.
“Jadi beberapa waktu lalu di Kota Yogyakarta sempat terjadi darurat penanganan sampah, Gubernur menginstruksikan bahwa seluruh kabupaten diperkenankan untuk menerima sampah dari kota tersebut. Namun pada waktu itu, dalam Perda kita menyebut Gunungkidul tidak boleh menerima sampah dari kabupaten/kota lain. Dari situ maka kemudian disepakati untuk dilakukan perubahan isi dalam Perda yang berlaku,” ucap Eko Suharso Prihantoro.
Ia menjelaskan, dengan adanya perubahan ini maka ke depannya sampah dari luar daerah bisa masuk atau dikelola di Gunungkidul. Akan tetapi hal itu tidak bisa sembarang dilakukan, sebab harus melewati prosedur yang berlaku sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Tidak bisa serta merta sampah dari kabupaten/kota lain masuk ke sini. Melainkan harus ada kerjasama resmi dengan ketentuan yang berlaku,” terang dia.
Saat ini, pemerintah masih dalam tahap persiapan dalam penerapan Perda tersebut. Sebab aturan turunan berupa Peraturan Bupati atas Perubahan Perda nomor 14 tahun 2020 tersebut belum dibuat. Sembari menunggu teknis pelaksanaan, pemerintah menyiapkan beberapa opsi dan penyesuaian dalam pengelolaan sampah dari luar daerah tersebut.
Eko tidak memungkiri, saat ini Gunungkidul hanya memiliki 1 Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) yakni di Padukuhan Wukirsari, Kalurahan Baleharjo. Kondisinya pun sekarang juga sudah melebihi batas kapasitas atau overload. Maka dari itu sebelum benar-benar Perda tersebut diterapkan maka perlu penyesuaian dan perjanjian yang tepat. Nantinya, akan ada dua opsi yang diterapkan dan ditawarkan.
“Opsi pertama nanti pemerintah kabupaten/kota akan ditawari disediakan lahan di kawasan Banjarejo Tanjungsari itu oleh Pemkab Gunungkidul atau kemudian di Wukirsari itu kan memang sudah over kapasitas dan di 2027 direncanakan perluasan di sisi selatan. Nah nunggu itu sambil nunggu bagaimana ke depannya ada yang berminat atau tidak,” jelasnya.
Perubahan Perda dalam kerjasama pengelolaan sampah ini juga diharapkan dapat memberikan pemasukan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tersebut. Praktis nantinya akan ada peningkatan pendapatan.
“Arahnya memang demikian, jadi tidak serta merta hanya membuang sampah saja. Tapi daerah juga ada pemasukan,” tandas dia.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Bapemperda DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudayanti mengungkapkan dalam Perubahan Perda tersebut dijabarkan secara mendetail mengenai sampah dari luar daerah yang bisa masuk ke Gunungkidul. Selain itu juga disesuaikan dengan kapasitas yang ada di Gunungkidul.
Perda ini telah disahkan oleh pemerintah dan DPRD Gunungkidul beberapa waktu lalu. Namun demikian dalam pelaksanaannya masih menunggu aturan turunannya yakni Peraturan Bupati.
“Kalau sekarang belum ada yang berembuk untuk kerjasama. Ya ke depan mungkin akan loby-loby, pada prinsipnya daerah terus berinovasi untuk memanfaatkan peluang yang ada,” tutup dia.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
