Peristiwa
Peringatan May Day, Serikat Buruh Keluhkan Upah Murah Hingga Kesejahteraan Tak Ada Peningkatan
Wonosari,(pidjar.com) – Momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dimanfaatkan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Gunungkidul untuk menyuarakan berbagai persoalan ketenagakerjaan, mulai dari upah murah hingga belum meningkatnya kesejahteraan buruh.
Sekretaris DPC K.SPSI AGN-ATUC Gunungkidul, Agus Budi Santoso mengatakan, persoalan upah masih menjadi isu utama di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk Gunungkidul. Ia menyebut bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) DIY masih tergolong rendah dibandingkan daerah lain di Indonesia.
“May Day ini menjadi momentum bagi seluruh pihak, khususnya unsur tripartit, untuk bangkit dan bersinergi. Harapannya pada tahun 2027, UMK dan UMP DIY bisa masuk dalam kategori menengah ke atas,” ucap Agus Budi Santoso.
KSPSI Gunungkidul secara tegas menyatakan penolakan terhadap upah murah. Menurut mereka, tingkat upah sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Upah yang rendah akan berdampak langsung pada rendahnya konsumsi masyarakat, sementara upah yang layak diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Upah buruh merupakan indikator penting dalam menilai daya beli masyarakat. Jika upah rendah, maka daya beli juga rendah. Sebaliknya, jika upah meningkat, maka kesejahteraan masyarakat juga akan ikut terdongkrak,” tambahnya.

Selain itu, KSPSI juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap penerapan struktur dan skala upah di perusahaan agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, pihaknya mengapresiasi DPR RI dan pemerintah atas pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT). Akan tetapi, serikat buruh juga mendesak agar pembahasan dan pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang dinilai sudah terlalu lama tertunda dapat segera diselesaikan.
Dalam memperingati May Day, DPC KSPSI Gunungkidul pagi tadi mengikuti aksi bersama dengan serijuat buruh lainnya di wilayah DIY. Aksi tersebut menjadi bentuk solidaritas buruh sekaligus upaya menyuarakan tuntutan peningkatan kesejahteraan pekerja.
“Ada 48 anggota kami yang bergabung pada kegiatan bagi tadi. Dengan ini menyatakan bahwa perjuangan buruh belum usai, khususnya dalam mewujudkan upah layak dan kehidupan yang lebih sejahtera,” pungkasnya.
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial4 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial1 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized4 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan6 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
