Pemerintahan
Proyek Baron Kembali Dapat Perpanjangan, Rekanan Kena Denda
Tanjungsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pembangunan talud Baron dengan anggaran miliaran rupiah sempat menjadi perhatian bersama. Adapun beberapa waktu lalu pengerjaannya sempat terhenti sembari menunggu kejelasan. Kemudian disepakati untuk dilanjutkan pembangunan dengan kontraktor yang sama yaitu PT Hasmah Mattujuh Tujuh dari Papua. Penyelesaian pembangunan talud tersebut diawasi ketat oleh Pemkab Gunungkidul dan Komisi C DPRD Gunungkidul.
Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul, Demas Kursiswanto mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat atas penyelesaian pembangunan talut Baron yang menelan anggaran 2,8 miliar rupiah. Pada Senin (30/08/2021) kemarin, dewan bersama dengan pejabat pemkab, rekanan dan PPK melakukan monitoring pengerjaan talut tersebut.
“Kemarin kita cek masih 35 persen. Kita dorong pekerja agar menyelesaikan skala prioritas dulu agar bobot pekerjaannya meningkat,” kata Demas Kursiswanto, Selasa (31/08/2021).
Ia menjelaskan salah satu prioritas pengerjaan adalah pengecoran di sisi timur. Sebab hingga sekarang, pengecoran masih belum dilakukan. Sehingga saat ini yang masih berupa tumpukan pondasi beton (bis) yang ditata. Menurutnya jika dalam seminggu ke depan, rekanan berhasil menyelesaikan pengecoran maka bobot pengerjaan meningkat. Paling tidak dengan proses ini, realisasi penggarapan menjadi 60 persen.
Adapun dalam perpanjangan yang kedua kalinya ini, PPK memberikan waktu 30 hari untuk penyelesaian. Itupun dari pihak rekanan tetap mendapatkan sanksi betupa denda 1 per 1000 per hari yang dikalikan nilai kontrak sebelum dikenai PPN.

“Dari rekanan kemarin bersedia menyelesaikan tanggungan pengerjaan dan dendanya. Minggu depan kita akan cek lagi bagaimana penggarapannya, apakah sudah sesuai atau belum. Termasuk cor yang dijanjikan itu tergarap semua atau tidak,” papar Demas.
Hasil monitoring kemarin, Komisi C juga mendorong pihak rekanan untuk menambah tenaga kerja. Sebab jika dilihat dari pekerjaan, tenaga kerjanya masih kurang sehingga harus ekstra lagi dalam pengerjaannya.
“Beban kerja masih sekitar 200 kubik jadi perlu penambahan tenaga kerja. Pada intinya kita sarankan untuk yang cor itu dulu, pengalihan dan tambahan seperti paving itu belakangan,” imbuh dia.

Disinggung mengenai keputusan proyek dilanjutkan oleh rekanan yang sama ia tidak mempermasalahkan hal tersebut. Yang paling utama adalah proyek tersebut rampung dikerjakan dan tidak mangkrak, sehingga kawasan ini tidak semrawut.
“Iya disepakati dilanjutkan meski sempat tidak selesai sesuai kontrak dan diperpanjang dua kali. Kami memaklumi jika faktor alam memang sulit ditebak, pada awal Juli itu sekitar 18 hari tidak bekerja karena gelombang tinggi,” jelas Demas.
Sementara itu, salah seorang tokoh di Baron, Awanto menambahkan, masyarakat Baron lebih memilih proyek tersebut dilanjutkan oleh rekanan yang sama. Sebab jika pada saat itu diputus kontrak, dampaknya akan cukup besar. Yang mana proyek tersebut akan mangkrak selama beberapa waktu dan membuat kawasan Baron semakin semrawut dan kumuh.
Ia juga mengatakan, pada awal pengerjaan memang ada beberapa permasalahan. Termasuk dengan gelombang tinggi yang terjadi selama beberapa pekan sehingga pekerja tidak bisa bekerja.
“Berkaitan dengan suplier dan tenaga yang telat pembayarannya memang benar. Tapi sudah diselesaikan lagi, ya karena memang uang termin pertama pada saat itu belum turun, baru uang muka sekitar 500 juta, tapi sekarang sudah selesai (pembayarannya),” ucap Awanto.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan3 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized6 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Kriminal4 minggu yang laluPenipuan Program Koperasi Desa Merah Putih Terbongkar, Pelaku Minta Uang hingga Rp80 Juta ke Kalurahan
