Connect with us

Pemerintahan

Puluhan Kasus Penyalahgunaan Pil Koplo Oleh Remaja, Gunungkidul Darurat Narkoba?

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Ancaman penyalahgunaan narkotika masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Gunungkidul. Berdasarkan data yang diperoleh, terhitung dari bulan Januari sampai dengan Mei 2026, tercatat ada 24 kasus penyalahgunaan narkoba yang terungkap di Gunungkidul. Dengan kondisi demikian, dari jajaran Pemkab Gunungkidul dan kepolisian berkomitmen dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, ada banyak sekali kenakalan remaja yang perlu diwaspadai di masa sekarang ini. Salah satunya adalah peredaran narkoba di kalangan pelajar. Prihatin dengan kondisi demikian, pemerintah menggalakkan kembali sosialisasi dan edukasi secara langsung ke pelajar.

“Mari bersatu melawan berbagai ancaman sosial yang berpotensi merusak masa depan bangsa,” kata Endah Subekti, Senin, (08/06/2026).

Mengacu pada data yang dimiliki pemerintah daerah menunjukkan hingga Mei 2026 terdapat 24 kasus penyalahgunaan narkoba yang terungkap di Gunungkidul. Salah satu fenomena yang menjadi perhatian adalah penyalahgunaan obat-obatan yang dikenal dengan sebutan “pil sapi”.

“Obat berbahaya dan terlarang peredarannya luar biasa. Kita bersama dengan kepolisian berupaya untuk melakukan pencegahannya. Efek yang ditimbulkan ternyata berbahaya sekali yaitu menyebabkan halusinasi dan menurunkan produktivitas dan kualitas hidup penggunanya,” jelasnya.

“Jangan sampai mendekati barang seperti ini. Pelajar harus memiliki keberanian dan ketegasan untuk menolak narkoba, pergaulan bebas, maupun aktivitas lain yang berpotensi merugikan diri sendiri,” imbuh Bupati.

Selain persoalan narkotika, pemerintah daerah juga menyoroti meningkatnya berbagai persoalan sosial yang melibatkan generasi muda. Seperti klitih, tawuran, bullying, hingga penyebaran paham radikalisme, kekerasan seksual, pernikahan dini dan lainnya.

Berita Lainnya  Puluhan Sapi di Gunungkidul Mati Diduga Karena Antraks

Endah mengungkapkan, hingga bulan Mei 2026 tercatat 53 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, mulai dari pelecehan hingga eksploitasi. Kondisi ini dinilai membutuhkan perhatian dan kewaspadaan seluruh pihak.

“Edukasi untuk upaya pencegahan pernikahan dini juga perlu dilakukan. Mengingatkan bahaya pernikahan usia dini yang kerap berawal dari pergaulan bebas. Ketidaksiapan secara fisik maupun ekonomi pasangan muda dapat memunculkan berbagai persoalan sosial, mulai dari kemiskinan hingga risiko stunting pada anak,” tambah dia.

“Satu kenakalan terjadi maka dampaknya sangat kompleks untuk masa depan. Untuk itu mereka harus mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat menghambat cita-cita dan masa depan mereka,” tandas dia.

Sebagai upaya pencegahan, pemerintah mendorong para siswa untuk aktif dalam kegiatan positif, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Keterlibatan dalam organisasi seperti OSIS, Karang Taruna, dan berbagai aktivitas kepemudaan diyakini mampu membentuk karakter, kepemimpinan, serta memperkuat ketahanan diri terhadap pengaruh negatif.

Berita Lainnya  Direlokasi, Progres Pembangunan SMP Negeri 3 Saptosari Capai 80 Persen

“Perbanyak kegiatan-kegiatan positif di lingkungan sekolah maupun kemasyarakatan,” tandasnya.

Beberapa waktu lalu, Kasat Resnarkoba Polres Gunungkidul, AKP Larso mengungkapkan, berdasarkan pemetaan dan pendataan yang dilakukan, mayoritas pelaku baik pengguna maupun pengedar barang terlarang tersebut masih berusia 20-an tahun.

Dengan kondisi ini, langkah preventif terus dilakukan melalui sosialisasi di berbagai sekolah tingkat SMP hingga SMA/SMK di wilayah Gunungkidul. Kegiatan tersebut turut melibatkan para Kapolsek serta Bhabinkamtibmas yang memanfaatkan momentum upacara sekolah untuk memberikan edukasi kepada para pelajar.

“Untuk sosialisasi sudah beberapa kali kami lakukan di sekolah-sekolah, baik SMP maupun SMA/SMK. Kapolsek dan Bhabinkamtibmas jajaran juga ikut membantu saat menjadi inspektur upacara,” ujar AKP Larso.

Tak hanya menyasar lingkungan sekolah, Satresnarkoba juga menggandeng instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul, dalam pelaksanaan sosialisasi terpadu. Sepanjang tahun 2026 hingga April, kegiatan serupa telah digelar sebanyak empat kali dengan menghadirkan sejumlah narasumber.

Berita Lainnya  Cerita Para Peserta Lelang Jabatan, Permintaan Uang Ratusan Juta Hingga Dicoret Tanpa Tahu Hasil Nilai

“Peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, jenis-jenis narkotika dan obat berbahaya, hingga tren peredaran narkoba yang saat ini mulai marak di wilayah Gunungkidul.

Dengan berbagai upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi yang masif diharapkN dapat menekan angka penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan usia produktif yang menjadi kelompok paling rentan terpapar peredaran barang haram tersebut.

“Harapannya tentu generasi muda bisa terselamatkan dari bahaya narkoba, baik sebagai pengguna, pemakai, maupun pengedar,” pungkas Kasat Resnarkoba.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler