Pemerintahan
Satgas Pantau Harga, Bahan Pangan di Gunungkidul Tetap Terkendali Pasca Lebaran
Wonosari,(pidjar.com)- Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy bersama dengan jajaran Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan jajaran Pemkab Gunungkidul melakukan peninjauan harga, keamanan dan mutu pangan di Pasar Argosari Wonosari, Toko Modern Pamela, dan gudang Perum Bulog. Hasil pantauan yang dilakukan oleh Satgas Saber pelanggaran harga ini menunjukkan bahwa harga bahan pokok di Gunungkidul tergolong stabil di momen usai lebaran 2026 ini.
Adapun berdasarkan pantauan, harga cabai rawit merah yakni Rp65.000 per kilogram. Meski di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang berkisar Rp40.000-Rp58.000, kondisi tersebut dinilai masih wajar karena secara nasional harga komoditas tersebut diangka Rp 70.000 lebih.
Kemudian bahan pangan lain seperti telur ayam ras, daging ayam, bawang merah berkisar Rp 30.000 bawang putih, gula pasir, hingga ikan juga terpantau stabil dan sebagian besar berada di bawah atau sesuai HAP.
Harga daging sapi di Gunungkidul berkisar Rp120.000 hingga Rp160.000 per kilogram, dengan rata-rata Rp138.000-Rp140.000.
“Untuk gula pasir dan minyak juga di bawah HAP. MinyaKita tercatat Rp 15.500 per liter, angka tersebut masih di bawah HAP Rp 15.700,” ucapnya.

Komoditas lain yang juga dipantau harganya oleh tim yakni beras premium berada di kisaran Rp14.500 per kilogram dengan HAP Rp14.900 dan beras medium Rp13.000 per kilogram dengan HAP Rp13.500.
Lebih lanjut Sarwo mengatakan, kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 35 persen untuk minyak goreng rakyat (Minyakita) yang dialokasikan ke BUMN pangan dinilai dapat menjaga stabilitas harga di pasaran.
Berbagai upaya menurut Sarwo akan diterapkan oleh pemerintah agar harga bahan pangan secara nasional maupun di daerah dapat tetap stabil dan terkendali.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Gunungkidul Chairul Agus Mantara mengatakan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berkomitmen dalam menjaga kestabilan harga dan berupaya mengendalikan inflasi.
“Untuk pemantauan terus dilakukan oleh Bupati Gunungkidul dan teman-teman di Dinas Perdagangan dan instansi terkait. Untuk sekarang kondisi di Gunungkidul masih stabil dan harapan kedepan pun juga sama,” kata Agus Mantara.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized4 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
