fbpx
Connect with us

Pariwisata

Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem

Published

on

Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 157
Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 158 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 159 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 160 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 161 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 162 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 163 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 164 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 165 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 166 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 167 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 168 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 169 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 171 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 172 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 173 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 174

Purwosari,(pidjar.com)–Kapanewon Purwosari bisa dibilang kapanewon paling ujung barat Bumi Handayani. Kapanewon Purwosari sendiri merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Pantai Parangtritis Bantul.

Wilayah ini memiliki tipikal bukit didominasi bebatuan dan hutan. Namun demikian, di balik pegunungan batu di wilayah ini, tepatnya di Padukuhan Trasih, Kalurahan Giriasih terdapat embung yang memiliki luas dua hektare yang kini disulap masyarakat menjadi lokasi wisata. Selain menawarkan keindahan embung di pinggir jalan dengan pemandangan gunung bebatuan, Pokdarwis setempat yang menamai lokasi ini menjadi Embung Bem-bem juga menyewakan perahu karet.

Pada Minggu (27/12/2020) pagi, pidjar.com penasaran dengan bagaimana pacuan perahu karet di Embung Bem-bem ini. Awal mula, pengunjung dipersilakan menggunakan pelampung dan juga helm untuk pengaman. Petugas pemandu pun juga ditugaskan untuk menjadi nahkoda perahu karet. Para pengunjung diberikan dayung dengan fungsi untuk mengayuh laju perahu karet.

Bak keliling di danau, para pengunjung dimanjakan dengan keindahan Embung Bem-bem menggunakan prau. Sekitar lebih dari 30 menit memutar embung, pengunjung lantas dipersilakan untuk meninggalkan perahu.

Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 175 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 176 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 170

Saat hendak membayar, cukup membuat dahi mengrenyit. Hanya dengan Rp. 5ribu pengujung dapat merasakan sensasi mengelelingi embung dengan perahu karet.

Lurah Giriasih Suwitono menceritakan, awal mula embung tersebut seperti telaga pada umumnya. Digunakan warga sekitar sebagai tempat cuci baju atau juga mandi. Namun seiring dengan adanya PDAM dan Pansimas yang mengaliri wilayah Giriasih, ia bersama pemerintah kalurahan mulai meliriknya sebagai destinasi wisata

“Tahun 2018 kami bikin terobosan dengan menginisiasi sebuah gerakan perintisan taman wisata embung, dengan harapan roda ekonomi masyarakat sekitar terangkat,” ucap Suwitono.

Pihaknya lantas membangun komunikasindengan berbagai pihak. Salah satunya pada tahun 2018 wilayah ini tersasar program dari DPUPR ESDM DIY dengan program revitalisasi telaga. Saat itu Kalurahan Giriasih mendapatkan bantuan senilai Rp. 1,3 Miliar

“Setelah dibangunkan embung masyarakat sekitar mulai antusias memanfaatkan tempat ini. Harapannya nanti akan ada wisata kuliner di wilayah Embung Bem-bem,” papar Suwitono.

Kini, embung yang dibuka hanya pada hari Sabtu Minggu ini perlahan menarik wisatawan. Terbukti di masa pandemi ini sejak November dibuka tercatat 1.300 wisatawan berkunjung ke lokasi ini.

“Kami juga mengalokasikan dana desa untuk pengembangan wisata ini, harapannya bisa menjadi alternatif liburan keluarga,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti mengapresiasi adanya Embung Bem-bem ini. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini diharapkan mampu mematik roda perekonomian warga.

“Harapan kami dinas bisa segera membantu mencarikan anggaran dari CSR perusahaan perbankan ataupun non perbankan untuk mengembangkan embung ini,” pungkas Asti.

Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 178 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 179 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 180 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 181 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 182 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 183 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 184 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 185 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 186 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 187 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 188 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 189 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 190 Serunya Berlayar Menggunakan Perahu Karet di Embung Bem-bem 191

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler