Connect with us

Sosial

Setiap Bulan, 40 Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Demam Berdarah

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Mendekati musim pancaroba, temuan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Gunungkidul terus ada peningkatan sejak awal bulan Januari lalu. Hingga bulan April ini tercatat terdapat 206 kasus DBD yang diderita oleh masyarakat, dari Dinas Kesehatan Gunungkidul terus berusaha menggalakkan program hidup sehat agar kasus persebaran penyakit mematikan ini tidak meluas dan mengalami peningkatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Anggraeni memaparkan, bedasarkan pantauan yang dilakukan dan pelaporan dari Puskesmas-puskesmas di seluruh Gunungkidul, kasus DBD sejak awal musim penghujan terus ada peningkatan. Kasus DBD sendiri semakin banyak saat puncak musim penghujan. Setiap bulannya, rata-rata lebih dari 40 orang menderita penyakit ini. Dari tenaga kesehatan sendiri saat ini terus berusaha melakukan langkah-langkah pencegahan agar masyarakat jauh lebih paham kembali mengenai bahaya maupun pencegahan dari DBD.

Berita Lainnya  Martanty: Gunungkidul Masih Butuh Sentuhan Pemimpin Perempuan

“Sejak awal bulan Januari itu terus ada peningkatan yang signifikan. Sampai saat ini sudah tercatat 206 kasus DBD yang tertangani oleh petugas medis,” kata Dewi Anggraeni, Kamis (18/04/2019).

Meningginya angka kasus DBD membuat para petugas dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas di masing-masing kecamatan diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengecekan, pencegahan, dan pengkajian terkait kasus tersebut. Setiap wilayah yang sekiranya berpotensi ditemukan kasus demam berdarah ataupun menjadi langganan kasus ini dilakukan pemetaan, sehingga langkah lanjutan yang dilakukan jauh lebih nyata kembali.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka menambahkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat menjadi salah satu faktor sulitnya memberantas persebaran DBD di Gunungkidul. Dari pencermatan dan pelaporan yang ada, kasus ini cenderung terus ada peningkatan. Sehingga perhatian khusus dalam penanganan terus dilakukan oleh pemerintah.

“Terus kami upayakan penanganan. Mulai dari pemahaman pada masyarakat dan penanganan terhadap penderita agar kondisinya kembali stabil,” ucapnya.

Musim penghujan kemarin diakui membuat temuan kasus ini ada peningkatan yang signifikan. Dari dinas terus berusaha mengkampanyekan pola hidup sehat selain itu gerakan pemberantasan sarang nyamuk secara berkelanjutan. Ia pun menekankan pada masyarakat untuk tidak lengah dalam mengantisipasi persebaran kasus ini.

Berita Lainnya  Bukan Waktunya Saling Menyalahkan, Lurah Minta Semua Pihak Berbenah Diri Atasi Carut Marut Data Penerima Bantuan

“Lebih jeli dan peka terhadap lingkungan sekitar saja. Misalnya menutup semua genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, menjaga pola makan dan kesehatan, melakukan langkah lainnya. Jangan sampai lengah karena dampaknya cukup fatal,” kata dia.

Sejumlah kader dan petugas kesehatan juga disebar ke pelosok-pelosok desa untuk memberikan pengertian maupun paling tidak sedikit mengubah pola pikir masyarakat atas kesehatan. Meskipun tidak bisa diberantas secara tuntas, Priyanta menyatakan agar paling tidak penyakit ini dapat ditekan dan jumlahnya tidak terus bertambah layaknya beberapa tahun lalu yang terdapat penderita mencapai ribuan bahkan ada sebagian yang meregang nyawa.

Memasuki musim pancaroba ini, selain demam berdarah, sejumlah penyakit lain yang dimungkinkan dapat menyerang kesehatan masyarakat harus lebih diperhatikan pula. Dari Dinas Kesehatan juga telah berusaha memberikan pengertian pada masyarakat melalui pertemuan Posyandu, Posbindu atau kader dalam menyerukan penyakit yang sekiranya dapat dialami oleh masyarakat. Penyakit-penyakit tersebut misalnya batuk, flu, panas atau penyakit lainnya.

Berita Lainnya  Ciumi Para Siswinya, Guru Pendamping Pramuka SMP di Gedangsari Langsung Dipecat

Terutama bagi balita, Dinas Kesehatan menekankan perhatian penuh di masa-masa seperti ini. Hal ini sangat diperlukan agar ke depan tidak ada lonjakan pasien atas penyakit-penyakit ringan atau penyakit lain yang diderita. Gerakan hidup sehat terus ditekankan kepada masyarakat sebagai langkah dari pemerintah untuk menekan persebaran penyakit.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler