Peristiwa
Panas di Watukodok, Warga dan Panitikismo Rebutan Bukit
Tanjungsari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Jalan menuju bukit sebelah barat Pantai Watu Kodok ditutup oleh Panitikismo Kraton Yogyakarta pada Jumat (25/02/2022) siang tadi. Penutupan jalan tersebut dikarenakan dari pihak pengelola dinilai belum memiliki izin untuk memanfaatkan lahan sultan ground tersebut.
Salah satu perwakilan warga, Surahman, mengaku kaget dengan penutupan jalan di bukit yang sudah lama dikelola oleh warga tersebut. Sebelumnya, pihaknya tak pernah mendapatkan pemberitahuan dari pihak manapun. Adapun bukit tersebut biasanya dimanfaatkan oleh wisatawan untuk melakukan kegiatan berkemah. Pembangunan jalan sendiri dilakukan secara swadaya oleh masyarakat yang dimaksudkan untuk mempermudah akses menuju bukit baik bagi pedagang ataupun wisatawan.
“Tadi itu kami malah kaget dengan datangnya pihak Panitikismo menutup jalan,” ucapnya, Jumat siang.
Dalam pemberitahuan, Panitikismo akan menutup jalan dengan memasang portal. Namun justru yang dilakukan adalah penutupan dengan menggunakan pagar seng. Menurutnya, penutupan jalan berdampak pada akses jalan masyarakat untuk mencari rumput dan aktivitas lainnya. Ia pun meminta kejelasan terkait rencana penataan bukit itu kepada Panitikismo. Hingga saat ini, konsep penataan bukit sendiri belum disampaikan secara jelas kepada warga.
“Langkah kita ke depan mungkin akan ke Panitikismo untuk meminta kejelasan. Tentu hal ini sangat mengganggu warga. Tadinya di bukit tersebut untuk aktivitas warga dan mencari rumput,” imbuh dia.

Dalam proses penutupan jalan sendiri sempat berjalan alot. Masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi meminta kejelasan terlebih dahulu kepada pihak Panitikismo yang datang dengan dikawal pihak kepolisian. Namun akhirnya penutupan jalan tetap dilaksanakan agar tidak ada aktivitas di bukit tersebut.
“Membangun jalan kan untuk mempermudah akses, bukan untuk merubah fungsi atau bentuknya. Kami juga sudah mengelola bukit ini sejak lama dan tidak merusak alamnya,” paparnya.
Sementara itu, Wakil Panghageng II, Panghageng Tepas Panitikismo, KRT Suryo Satrianto, menyampaikan, aturan pemanfaatan tanah kasultanan sudah diatur dalam berbagai regulasi baik dari UU Keistimewaan, Perdais, maupun Pergub. Pihaknya pun telah memasang plakat untuk menginformasikan bahwa lahan tersebut milik kasultanan yang mana agar tidak mengalami perubahan fungsi. Menurutnya, sosialisasi telah diadakan di Kalurahan untuk memberi tahu masyarakat jika lahan akan dimanfaatkan oleh kasultanan.
“Untuk perubahan fungsi memang tidak diperkenankan, tapi pada faktanya bukit ini terus dimanfaatkan tanpa izin,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya saat ini tengah mengintensifkan penataan lahan kasultanan di seluruh DIY. Dalam pemanfaatannya, masyarakat akan menjadi prioritas meski dalam penataannya harus sesuai aturan. Pihaknya berencana bukit sebelah barat Pantai Watu Kodok yang bersebelahan dengan Pantai Sanglen itu akan digunakan sebagai tempat wisata.
“Yang pasti keterlibatan masyarakat, BUMDes, Pemerintah Kalurahan akan ada di situ. Intinya kita azasnya adalah kesejahteraan masyarakat,” terang Suryo.
Ia menjelaskan, rencananya Detail Enginering Design (DED) akan selesai pada akhir bulan Maret mendatang sehungga dapat disosialisikan ke masyarakat.
“Ini kan baru proses ya, kalau kita baru penataan sudah diginikan kan repot. Pihak yang terlibat bisa macem-macem ya, kalau di sini belum bisa dipublish dulu sebelum perencanaannya matang,” beber dia.
“Karena kita dilapori masih ada kegiatan terus, kita bersama-sama aparat penegak hukum menertibkan hal tersebut supaya tidak diakses dulu lah,” tutupnya.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
