Pendidikan
Tanamkan Etika dan Kesopanan, Pendidikan Khas Kejogjaan Akan Diterapkan di Sekolah
Wonosari,(pidjar.com)- Seluruh sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta akan menerapkan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) pada tahun ajaran 2026/2027. Penerapan PKJ dalam setiap mata pelajaran ini dimaksudkan untuk mengenalkan dan menumbuhkan budaya Jogja di diri para pelajar dengan nilai-nilai etika dan kesopanan.
Ketua Dewan Pendidikan DIY, Sutrisna Wibawa mengatakan, PKJ ini berkaitan dengan pembentukan karakter dan etika sebagai orang Jogja. Di tengah pesatnya jaman dan percampuran budaya luar yang kuat, pendidikan karakter menjadi sangat penting dilakukan.
Sehingga dalam hal ini menurut Sutrisna perlu diberikanpenanaman nilai-nilai budaya, etika dan karakter kepada para generasi penerus bangsa. Harapannya ke depan, pelajar bisa memiliki tata krama, pengetahuan kedaerahan, budi pekerti, etika dan karakter serta toleransi yang tinggi yang nantinya bisa diterapkan dalam kehidupan mereka.
“Yang terpenting karakter budaya Jogja dengan nilai-nilai etika dan kesopanan tidak tergeser dengan budaya asing,” terang Sutrisna Wibawa, Kamis, (26/02/2026).
Penerapan PKJ ini merupakan tindak lanjut dari pidato Gubernur DIY di tahun 2019 lalu tentang pendidikan khas kebudayaan. Pada penerapannya ke depan, PKJ ini akan menyasar seluruh tingkatan pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA dan sederajat hingga bangku perguruan tinggi.
“Program PKJ ini bukan menjadi mata pelajaran sendiri. Akan tetapi nanti akan disisipkan di setiap mata pelajaran yang sudah ada,” sambunngnya.
Sebagai contoh, pengetahuan khas Jogja disisipkan pada mata pelajaran Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia dan lainnya untuk SD hingga SMA. Sedangkan untuk PAUD/TK diberi pengetahuan-pengetahuan mengenai Jogja.
Sedangkan untuk perguruan tinggi, menurutnya materi PKJ bisa diberikan saat pengenalan mahasiswa di kampus masing-masing.
Lebih lanjut ia mengatakan, penerapan PKJ bukanlah program yang digagas baru-baru ini. Namun sudah sejak beberapa tahun lalu dan sudah mulai diuji cobakan di sejumlah sekolah serta perguruan tinggi di DIY.
“Ada 10 sekolah menunjukkan pengaruh yang cukup baik terhadap karakter peserta didik. Ini artinya dampaknya bagus, rencananya akan diterapkan di tahun ajaran 2026/2027 kedepan,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Angga Sandy Farisma mengatakan, dirinya sebagai pemuda dan wakil rakyat mendukung penuh program PKJ yang di dalamnya memuat pengetahuan tentang Jogja, karakter serta budayanya.
“DIY dikenal dengan warganya yang ramah dan sopan santun, selain itu sejarah dan budayanya sangat kuat. Jadi saya sangat mendukung dengan ada program PKJ ini dan saya yakin dengan adanya PKJ ini nantinya secara perlahan anak anak penerus di DIY khususnya tidak meninggalkan budaya budaya yang sudah wajib harus dijaga. Jangan sampai justru anak-anak muda kehilangan cirikhas dan minim pengetahuan tentang daerahnya,” ucap dia.
Perkembangan zaman, teknologi dan akulturasi budaya di era sekarang memang tubuh begitu cepat. Ia berharap hal ini disikapi dengan bijak yakni dengan mengambil sisi positifnya tanpa menggeser budaya dan karakter warga DIY.
-
Uncategorized6 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya5 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized6 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
