fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Tudingan Pamong Minta Uang Penyelesaian Masalah 50 Juta, Pemkal Sawahan Tunggu Laporan Warga

Published

on

Ponjong, (pidjar.com)–Polemik adanya dugaan dua Pamong Kalurahan Sawahan, Kapanewon Ponjong, yang diduga terlibat dalam permintaan “uang penyelesaian masalah” terhadap anggota kelompok tani Dadi Makmur Padukuhan Gedong, Kalurahan Sawahan, masih terus bergulir. Namun begitu, pasca kasus ini mencuat, hingga saat ini masih belum ada penindakan dari Kalurahan Sawahan berkaitan dengan tudingan terhadap dua orang pamongnya ini. Pihak Pemerintah Kalurahan Sawahan masih menunggu adanya laporan dari warga yang merasa dimintai uang.

Carik Kalurahan Sawahan, Dwiyono, mengungkapkan jika dirinya sempat mendengar adanya permasalahan bantuan traktor tersebut. Namun dirinya tak tahu menahu jika kemudian dalam proses penyelesaian masalah ini, terjadi permintaan uang kepada pengurus kelompoak tani Dadi Makmur Gedong.

“Ini terjadi sebelum saya jadi Carik, kalau permasalahannya pernah dengar tapi kalau proses penyelesaiannya memang kurang tahu,” dalih Dwiyono, Jumat (22/10/2021).

Meski begitu, ia telah mengetahui identitas 2 pamong bawahannya yang dituding meminta uang dari kelompok tani. Dwiyono juga membenarkan jika dua orang tersebut hingga saat ini masih aktif sebagai Pamong Kalurahan Sawahan. Dari pihak kalurahan sendiri hingga saat ini masih belum melakukan klarifikasi kepada 2 pamong itu. Dwiyono masih menunggu adanya laporan dari warga yang merasa dirugikan sebelum melakukan langkah tersebut.

“Kalau yang dituding itu R dan BS, sekarang masih jadi Pamong Kalurahan Sawahan. Kalau setahu saya karena kasus ini sudah lama, sehingga sudah selesai masalahnya. Tapi sekali lagi, saya juga kurang tahu proses penyelesaiannya bagaimana,” urai dia.

Saat pidjar.com mencoba menghubungi BS, salah satu Pamong yang diduga terlibat dalam permintaan “uang penyelesaian masalah” ini, hingga berita ini dilansir yang bersangkutan sama sekali tidak menanggapi.

Adapun dugaan permintaan uang tersebut muncul setelah adanya kekeliruan penempatan bantuan traktor dari Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul pada tahun 2015 silam. Bantuan yang seharusnya diperuntukan kepada Kelompok Tani di Dusun Sambirejo, namun kemudian lantaran ada kesalahan administrasi justru diberikan kepada Kelompok Tani Dadi Makmur Dusun Gedong.

Salah satu warga yang dahulu menjabat sebagai Dukuh Gedong, Waino, mengungkapkan jika kekeliruan pemberian bantuan ini kemudian dipermasalahkan oleh kelompok tani. Dalam perkembangannya, kemudian dilakukan proses mediasi. Saat itulah kemudian ada 1 orang tokoh masyarakat setempat yang dahulu menjabat dan 2 orang pamong yang meminta uang kepadanya. Adapun proses permintaan sejumlah uang terjadi di rumah salah satu tokoh masyarakat setempat.

Selain adanya tokoh masyarakat tersebut, pada saat itu juga terdapat dua orang yang bekerja di Kalurahan Sawahan. Ia menyebut jika dua orang tersebut saat ini masih aktif menjadi Pamong Kalurahan Sawahan, Kapanewon Ponjong. Ia menyampaikan jika Pamong tersebut berinisial R dan BS.

“Dua orang itu dulu ada pas di rumah tokoh masyarakat, mereka masing-masing yang mengambil dan mengembalikan uangnya tapi tidak utuh,” ucapnya.

Menurut Waino, ada 4 anggota kelompok tani dan 1 orang petugas penyuluh lapangan yang dimintai uang sebesar Rp. 50 juta dengan alasan untuk merampungkan permasalahan bantuan traktor pada saat itu. Kemudian entah mengapa, uang tersebut kemudian dikembalikan. Namun dalam pengembaliannya, jumlahnya hanya Rp. 30 juta. Sisanya, belum diketahui penggunaannya untuk apa dan ia tak berani menanyakan. Waino menjelaskan jika pengambilan uang dilakukan oleh R, sedangkan pengembalian uang dilakukan oleh BS.

“Uangnya dititipkan ke rumah pak Rejo, dulu ngambilnya disitu, yang ngambil itu R. Tapi kalau pas mengembalikan uangnya itu di rumah saya, itu yang mengembalikan BS, jumlahnya ada selisih Rp. 20 juta yang tidak tahu kemana,” sambungnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler