fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Upaya Atasi Kekeringan, Pemerintah Bangun Pamsimas di 15 Desa

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Dampak kekeringan yang terjadi di musim kemarau ini terus meluas. Tercatat 16 Kecamatan yang melaporkan jika pasokan air besih sudah tidak optimal kembali. Belum lagi dampak pada lahan pertanian yang mencapai ribuan hektare gagal panen maupun kondisi lahan rusak. Pun demikian Pemerintah Gunungkidul tetap terus berupaya mengatasi permasalahan tersebut. Selain melakukan droping air, pembangunan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) sudah dimulai.

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman Gunungkidul, Agus Subaryanto mengungkapkan saat ini pembangunan Pamsimas sendiri menyasar 15 desa di berbagai kecamatan.

Adapun 15 desa tersebut yakni, Desa Watugajah, Desa Ngalang, Desa Serut di Kecamatan Gedangsari; Desa Putat dan Ngoro-oro, Kecamatan Patuk; Desa Pucung, Songbanyu, Balong Kecamatan Girisubo; Desa Candirejo Kecamatan Semin; Desa Banyusoca Kecamatan Playen; Desa Pucanganom, Kecamatan Rongkop; Pulutan Kecamatan Wonoosari; Desa Sawahan, Desa Kenteng, Kecamatan Ponjong dan Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen.

“Sudah mulai pembangunan oleh masyarakat. Dana ataupun material sejak beberapa waktu lalu sudah mulai didistribusikan,” ungkap Agus Subaryono, Senin (19/08/2019).

Dana yang digelontorkan oleh pemkab sendiri sebesar Rp735 juta untuk 3 desa. Kemudian dana dari pemerintah pusat menggunakan APBN sebesar Rp2,9 miliar. Pamsimas ini diharapkan mampu membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan air. Mengingat selama ini jika musim kemarau masyarakat di sejumlah daerah menggunakan sisa air dalam penampungan, sungai, telaga atau bahkan membeli air tangki. Untuk membeli air tangki pun masyarakat juga bersusah payah.

Berita Lainnya  Gaung Maju Pesat, Nilai Investasi di Gunungkidul Masih Terendah di DIY

“Target kita paling tidak beberapa tahun ke depan 100 persen warga Gunungkidul teraliri air dengan baik dan menekan kekeringan seperti tahun-tahun lalu. Kalau untuk program Pamsimas ditargetkan minggu ke tiga Bulan Desember 2019 sudah selesai dan dapat dimanfaatkan oleh warga,” paparnya.

Sementara itu, anggota dewan yang barusaja dilantik, Timbul Suryanto mengatakan jika fokus utama kinerjanya adalah memecahkan permasalahan air di musim kemarau dan berkaitan dengan pengembangan pariwisata. Untuk permasalahan air disebutnya sangatlah krusial. Mendesak untuk segera ditangani agar setiap tahun tidak terjadi kekeringan yang dampak parahnya luar biasa.

“Saya paham bagaimana kondisi warga Gunungkidul jika kekeringan melanda. Mau melakukan segala aktifitas yang berkaitan dengan air pun susah. Apa lagi kalau mau beli air tangki yang harganya bisa dibilang tidak murah,” terang Politisi asal PKB itu.

Saat ini pihaknya bersama sejumlah anggota dewan lain tengah berusaha berkoordinasi untuk menentukan langkah berkaitan dengan pemenuhan air. Namun demikian tetap perlu adanya dukungan dari sejumlah lini. Berkaca pada kondisi Gunungkidul yang sumber air bawah tanahnya cukup melimpah, ia berharap ada terobosan yang sekiranya dapat memanfaatkan potensi tersebut untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat luas.

Berita Lainnya  Kartu Tani Belum Dapat Difungsikan, Ini Penjelasan Dinas

“Poin-poin solusi baru kita kumpulkan agar bisa segera dibahas bersama,” imbuhnya.

 

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler