Connect with us

Pemerintahan

Proyek Revitalisasi Bendungan Simo, Pertanian Ponjong dan Karangmojo Bakal Makin Moncer

Diterbitkan

pada

Ponjong,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kabupaten Gunungkidul dinobatkan menjadi salah satu kawasan lumbung padi di DIY lantaran hasil pertanian yang cukup melimpah. Dengan luasan lahan yang cukup besar, potensi Gunungkidul di bidang pertanian memang sangat tinggi. Saat ini, nampaknya keseriusan masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan hasil produksi padi atau tanaman pangan terus dibuktikan pada terealisasinya sejumlah program. Sejumlah proyek prestisius digagas untuk menggenjot sektor pertanian agar memiliki hasil maksimal. Pada tahun 2019 ini, pemerintah DIY akan melakukan revitalisasi pada Bendungan Simo yang terletak di Kecamatan Ponjong. Diproyeksikan, bendungan ini akan menjadi titik pengairan utama untuk lahan-lahan pertanian di Karangmojo dan Ponjong.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, proyek revitalisasi Bendungan Simo ini digarap oleh Pemda DIY. Rencananya, akan dilakukan perbaikan pada saluran primer di Bendung Simo ini. Upaya ini dilakukan agar debit air yang mengaliri lahan seluas kurang lebih 1000 hektare milik petani dapat lebih baik lagi. Dengan begitu, kondisi kekurangan air untuk lahan pertanian bisa diminalisir.

Berita Lainnya  Obyek Wisata Padat Selama Tiga Hari Libur Lebaran, Pendapatan Retribusi Capai 1,33 Miliar

“Yang punya gawe (revitalisasi) adalah provinsi. Rencananya memang akan segera digarap tahun ini,” kata Raharjo Yuwono, Jumat (12/07/2019).

Disinggung mengenai anggaran untuk revitalisasi bendung Simo ini, Raharjo tidak dapat mengungkapkan secara gamblang. Pasalnya segala proses hingga pengadaan barang sendiri dilakukan oleh pihak dari provinsi. Untuk Dinas Pertanian Gunungkidul, dalam hal ini hanya membantu menyampaikan aspirasi masyarakat kepada provinsi terkait dampak dari pembangunan ini. Rencana pembangunan sendiri akan dilakukan pada bulan Juli hingga September 2019 ini.

“Kemarin ada kekhawatiran dari petani jika proses pengerjaan dimulai dapat berdampak pada aliran air ke sawah baik di Ponjong maupun Karangmojo. Sudah kami sampaikan ke Provinsi terkait keluhan petani,” terang dia.

Adapun jawaban dari Pemda DIY terkait kekhawatiran petani ini sendiri cukup positif. Pemerintah menjamin bahwa dalam prosesnya, pembangunan tidak akan mengganggu pengairan lahan petani. Hal ini lantaran dari tim pengerjaan sendiri telah melakukan terobosan agar air yang ada tetap mengalir. Sehingga petani masih tetap dapat melakukan aktifitas pertanian seperti biasa.

Berita Lainnya  Anggarkan Dana 99 Miliar Untuk Lanjutkan Jalur Gunungkidul-Sleman, Pemerintah Bebaskan Lahan di 6 Desa Ini

“Kemarin itu masih ada sekitar 155 hektare lahan yang sudah hampir panen. Jadi timbul kekhawatiran petani itu,” tambah dia.

Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan tentu pasokan air bagi petani di dua kawasan yang sejak dulu terkenal sebagai penghasil padi utama di Gunungkidul ini dapat lebih baik dan meningkat. Selain itu, proyek prestisius ini juga sebagai langkah antisipasi terjadinya lahan kekeringan yang berdampak pada gagal panen.

Lebih lanjut Raharjo mengungkapkan di Gunungkidul sendiri terdapat 42.000 hektare lahan kering. Kemudian untuk sawah atau lahan basah sebanyak 7863 hektare. Sedangkan sawah yang memiliki sumber air sekitar 2300 hekatar. Dengan luasan ini, sangatlah patut jika Gunungkidul dinobatkan sebagai lumbung padi di DIY, mengingat hasil panen sendiri semakin tahun semakin meningkat.

Berita Lainnya  Mulai Jumat, Pemkab Gunungkidul Akan Serahkan Bantuan Uang Tunai Kepada Belasan Ribu KK

Terlebih, fokus dari pemerintah selain meningkatkan produksi di lahan-lahan yang pasti (lahan basah) juga berusaha semaksimal mungkin menggenjot lahan kering untuk menghasilkan padi berkualitas. Adapun menurut dia, seluruh kawasan di Gunungkidul saat ini sudah sangat subur, secara keseluruhan telah menghasilkan padi dengan jumlah setara atau bahkan melebihi rata-rata.

“Kalau untuk kawasan penghasil padi terbanyak ada di Ngawen, Ponjong, Karangmojo, Ponjong, Semin dan beberapa kawasan lainnya,” pungkas dia.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata5 hari yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis2 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler