Connect with us

Peristiwa

Ketakutan Diteror Dua Pria Yang Mengaku Pegiat Anti Korupsi, Perangkat Desa Ini Pilih Lapor Polisi

Diterbitkan

pada

Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Mencuatnya kasus dugaan penyimpangan serta pungutan liar dalamPendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Monggol, Kecamatan Saptosari mulai dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab untuk mencari keuntungan. Sejumlah pihak bahkan memberikan tawaran untuk membebaskan sejumlah perangkat desa yang diduga terlibat dalam kasus ini dengan imbalan sejumlah uang.

Informasi yang berhasil dihimpun pidjar-com-525357.hostingersite.com, sejak beberapa hari terakhir sejumlah perangkat desa didatangi oleh dua orang yang mengaku dari pegiat anti korupsi. Kedatangan mereka bertujuan untuk menjalin kerjasama agar dapat menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan bersih. Sejak beberapa hari terakhir, dua orang tersebut kerap melakukan komunikasi baik di kantor Kepala Desa maupun di rumah pribadi.

Diketahui, dua orang oknum tersebut mendatangi perangkat desa guna menawarkan jasa untuk menyelesaikan kasus yang ada di Monggol saat ini. Tak jarang kedua orang tersebut rela menunggu sedari pagi hingga sore hari agar bisa bertemu dengan para perangkat desa.

Berita Lainnya  Tanggul dan Tembok Rumah Ambrol, Satu Keluarga Mengungsi

Seperti yang dialami oleh salah seorang perangkat di Pemdes Monggol, A (atas permintaan yang bersangkutan agar tidak disebutkan nama terang). Sepanjang Jumat (13/04/2018) kemarin, ia dihubungi oleh dua orang tersebut yang meminta sejumlah uang untuk bisa menutup kasus PTSL Desa Monggol yang saat ini tengah mencuat. Uang itu disebutkan akan digunakan untuk menutup kutu.

"Dia minta uang saku. Dia hanya bilang agar kutu-kutu tidak meloncat semakin jauh. Kutu itu kalau menurut dia adalah media dan kepolisian," kata A.

Namun demikian, karena pada hari Jumat kemarin A sedang tidak sedang berada di rumah, dua orang itu kemudian menunggu. Keluarga mulai resah lantaran kedua orang tersebut tak kunjung pulang. Hingga sore hari, mereka terus berada di rumahnya.

Berita Lainnya  Terdengar Suara Gemuruh, Sumur Milik Warga Jelok Ambles

"Saya sudah pusing. Kasihan isteri dan anak di rumah ditungguin dua orang itu kan pasti ketakutan. Apa lagi ada ancaman jika tidak menuruti akan dijebloskan ke penjara," imbuh A.

Berang dengan ancaman tersebut, A lalu memilih datang ke Mapolsek Saptosari guna meminta saran dan bantuan dari petugas kepolisian. Kehadiran A di Polsek saat itu diterima oleh Banit Reskrim Polsek Saptosari, Aipda Ridwan Budi Santoso.

" Ya (A) ke kantor tadi malem memberi info dan mungkin bermaksud untuk meminta petunjuk," kata Ridwan.

Pada kesempatan itu, pihak kepolisian memberikan petunjuk kepada A agar jika ada yang menanyakan kasus tersebut untuk berkoordiansi dengan Polres Gunungkidul. Sebab saat ini perkara tersebut tengah ditangani oleh Unit Tipikor Polres Gunungkidul.

Berita Lainnya  Depresi Banyak Hutang Diduga Jadi Penyebab Pria Ini Bunuh Diri di Pantai Indrayanti

"Kita memberikan himbauan kepada perangkat yang lain bahwa perkara sudah ditangani Tipikor Polres Gunungkidul. Jadi apa bila ingin tahu langsung perkembangan perkara supaya diarahkan langsung ke Polres," pungkas Ridwan.

Sebagai informasi kasus yang ada di Monggol bermula dari adanya pengakuan beberapa warga Monggol yang diminta biaya tambahan yang dibebankan saat pembuatan sertifikat PTSL. Para warga menyatakan tidak begitu paham penggunaan dana tambahan tersebut lantaran tak pernah ada sosialisasi yang dilakukan oleh pihak desa.

Adapun pengakuan warga mereka dimintai pungutan sebesar Rp200 ribu oleh oknum petugas untuk proses pengurusan PTSL. Tak cukup sekali, selang beberapa waktu ia kembali diminta uang dengan jumlah yang lebih besar yakni Rp400 ribu. Dalam permintaan uang yang kedua ini, warga tidak diberikan kuitansi.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata2 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler