Pemerintahan
Jumlah GTT dan PTT 1985 Orang, Pemerintah Hanya Bisa Terbitkan 580 SK Pengangkatan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Beberapa waktu lalu, Pemkab Gunungkidul melalui Bupati Gunungkidul berjanji akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan kepada Guru Tidak Tetap (GTT) yang selama ini hanya diangkat oleh kepala sekolah. Pemerintah saat ini masih terus membahas baik skema maupun teknis penerbitan SK GTT tersebut. Namun yang nantinya akan rawan muncul kembali masalah adalah, jumlah SK yang diterbitkan tersebut rencananya hanya akan berjumlah ratusan buah. Ini artinya, tidak semua GTT yang ada di Gunungkidul akan mendapatkan SK tersebut. Jumlah GTT dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Gunungkidul sendiri mencapai 1985 orang.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid menuturkan, pemerintah hanya akan menerbitkan GTT untuk formasi yang tersedia saja. Adapun di Gunungkidul berdasarkan inventarisasi sementara, jumlah formasi untuk GTT hanya ada 580 formasi.
“Kita membuat SK berdasarkan formasi yang dibutuhkan. Tidak bisa melebihi dari jumlah tersebut,” ucap Bahron ketika ditemui dalam acara Seminar Pendidikan di Bangsal Sewokoprojo, Rabu (18/04/2018) kemarin.
Meski demikian, Bahron berjanji akan melakukan inventarisasi serta kajian lanjutan untuk penghitungan jumlah formasi tersebut.
“Kita maish terus lakukan validasi data bersama dengan teman-teman di sekolah,” imbuh dia.

Ia beberkan lebih lanjut, untuk GTT yang akan mendapatkan SK Pengangkatan sendiri harus memenuhi sejumlah kriteria yang ditentukan. Kriteria tersebut diantaranya adalah sesuai dengan formasi yang dibutuhkan, memiliki ijazah S1, hingga melihat apakah ijazah tersebut apakah sesuai dengan tugas pengajaran.
“Kita juga mempertimbangkan berdasarkan lama pengabdian GTT tersebut,” lanjut Bahron.
Kadisdikpora menambahkan, penerbitan SK pengangkatan sendiri sementara hanya akan diberikan kepada GTT. Sedangkan untuk PTT, pihaknya masih belum bisa melakukan pengangkatan karena terbentur regulasi. Ia meminta kepada seluruh GTT dan PTT di Gunungkidul agar bisa bersabar menunggu pemerintah mencari solusi terkait permasalahan tersebut.
“Sekali lagi kita tidak mungkin menabrak regulasi dengan mengangkat semua (GTT dan PTT),” papar dia.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Aris Wijayanto menyatakan hanya bisa pasrah apapun nantinya skema serta jumlah penerbitan SK Pengangkatan oleh pemerintah. Meski demikian, ia berharap pemerintah bisa mengupayakan sebaik mungkin agar ke depan seluruh GTT serta PTT di Gunungkidul ini bisa diangkat oleh pemerintah.
“Termasuk juga untuk teman-teman PTT yang saat ini masih belum bisa mendapatkan SK,” ujarnya.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized5 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
