Sosial
Marak Penipuan Bermodus Jual Beli Online, Masyarakat Diminta Waspada
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kemajuan teknologi mendorong manusia untuk mencari segala sesuatu yang lebih praktis. Seperti salah satunya adalah maraknya praktek jual beli barang secara online. Dalam praktek ini, masyarakat memang mendapatkan kemudahan di mana transaksi jual beli tidak perlu harus dilakukan tatap muka antara keduanya. Praktek jual beli secara online sendiri memang menjadi sangat digandrungi lantaran sifatnya yang tak hanya lebih mudah dan murah, tapi juga mencakup pasaran yang luas.
Namun demikian, adanya perkembangan tersebut, muncul pula celah yang dimanfaatkan oleh penjahat untuk mengelabuhi calon konsumen. Di Gunungkidul sendiri, sampai saat ini telah tercatat sejumlah kasus penipuan bermodus jual beli online.
Kanit Pidana Khusus (Pidsus) Sat Reskrim Polres Gunungkidul, Ipda Ibnu Ali Puji menjelaskan, beberapa waktu terakhir kasus penipuan jual beli online cukup marak menyasar masyarakat. Modus yang digunakan yakni menawarkan barang dagangan kepada calon korban dengan harga yang murah.
“Pelaku mencoba menawarkan barang dengan kualitas baik misalnya, tetapi harganya murah. Hal itu dilakukan untuk menarik konsumen,” ujar Ibnu, Minggu (15/09/2019).
Ia menjelaskan, setelah mendapat calon korban, pelaku kemudian berusaha meyakinkan calon korban tersebut agar tertarik untuk membeli barang tersebut. Kemudian, setelah terjadi kesepakatan harga, pelaku meminta sejumlah uang kepada korban dengan cara ditransfer.
“Modusnya memang seperti itu, dibuat tertarik dan diyakinkan, kemudian nanti korbannya transfer uang kepada pelaku,” kata dia.
Namun begitu, setelah uang dikirimkan, barang yang dipesan tersebut tidak akan dikirim oleh pelaku. Sehingga korban kehilangan sejumlah uang namun tidak mendapatkan barang pesanannya.
Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mudah tertarik dengan harga murah. Menurutnya, jika ingin membeli sesuatu akan lebih baik jika beli secara langsung. Namun jika harus melalui online, masyarakat harus memastikan akun penjual merupakan akun yang dapat dipertanggungjawabkan dan memiliki reputasi yang baik.
“Kasus seperti ini termasuk dalam pelanggaran UU ITE, sampai saat ini ada 12 kasus tapi campur, ada beberapa kasus yang kita tangani,” imbuhnya.
-
Uncategorized3 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pariwisata2 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan2 minggu yang lalu5 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Gunungkidul, Ditarget Rampung Desember
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Kualitas 6 Sumber Air Gunungkidul, BBWSSO Temukan Amonia hingga Coliform
