Pemerintahan
Mulai Petakan Daerah Rawan Longsor, Petugas Temukan Puluhan EWS Kondisi Rusak
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunungkidul telah melakukan kajian kaitannya dengan potensi longsor di sejumlah wilayah menjelang musim hujan. Hal ini dilakukan untuk lebih mengetahui karakteristik wilayah dan sebagai persiapan kesiapsiagaan dalam penanganan daerah rawan longsor. Adapun beberapa wilayah yang telah dipetakan terus dilakukan pemantauan saat menjelang musim penghajn.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, wilayah yang saat ini dipetakan dalam kajian tersebut ialah Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen dan Semin. Kawasan ini mamang rawan bencana mengingat kondiis geografisnya yang gberada di ketinggian. Upaya ini dilakukan sebagai antisipasi menjelang musim hujan menggandeng Tim Reaksi Cepat BPBD cek lokasi EWS longsor dan bertemu dengan tokoh masyarakat perangkat desa untuk kesiapan menjelang musim hujan
“Kajian sendiri diprediksi akan selesai pada akhir November ini,” ujar Edy, Rabu (13/11/2019).
Lebih lanjut Edy menjelaskan, yang cukup memprihatinkan yakni dari di kawasan yang telah dipetakan oleh petugas itu terdapat 30 Early Warning System longsor yang terpasang,namun terdapat 20 yang rusak. Adapun kerusakan sendiri rata-rata pada 1aki, tiang yang ambruk dan kerusakan yang sudah tidak dapat dibenahi.
“Karena sudah kami hibahkan, yang memiliki tanggung jawab memperbaiki ya desa, tapi kami juga berkomunikasi dengan BPBD DIY serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana agar bisa memberikan solusi terhadap kerusakan EWS ini, khususnya yang rusaknya memang parah dan harus diganti,” imbuh dia.

Menurutnya, keberadaan EWS sendiri cukup vital lantaran sebagai pertanda awal datangnya bencana longsor. Sehingga masyarakat yang berada di lokasi rawan longsor akan segera menyelamatkan diri sebelum tertimpa tanah longsor.
“Peringatan awal ini akan memberikan waktu bagi masyarakat untuk dapat segara pindah ke tempat aman menyelamatkan diri,” beber Edy.
Terpisah, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Kabupaten Gunungkidul, Agus Wibowo mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi kepada perangkat desa dalam perbaikan EWS. Untuk yang rusak akinya diharapkan segera dibenahi.
“Aki sebaiknya langsung diganti. Kemudian untuk tiang sendiri juga bisa diperbaiki, kami belum mendata jumlah yang rusak parah dan perlu diperbaiki,” ujar dia.
Adapun desa yang saat ini telah terpasang EWS antara lain Desa Giritirto, Giripurwo, Girijati, Giricahyo Kecamatan Purwosari. Desa Tancep, Sambirejo, Kampung Kecamatan Ngawen. Desa Umbulrejo Kecamatan Ponjong. Desa Sampang, Watugajah dan Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari. Desa Patuk, Terbah dan Putat Kecamatan Patuk. Desa Candirejo dan Semin Kecamatan Semin, serta Desa Kedungpoh Kecamatan Nglipar.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
