Sosial
Petugas Gabungan Halau Ternak Dari Gombang dan Pucanganom Yang Hendak Dijual di Pasar Hewan
Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai nampak serius membatasi peredaran ternak. Pasca merebaknya temuan anthraks, ternak dari wilayah endemik antraks seperti Desa Gombang, Kecamatan Ponjong dan Desa Pucanganom, Kecamatan Rongkop dilarang untuk dijual atau bahkan dibawa keluar daerah. Diketahui dalam dua hari terakhir ini, petugas telah melakukan razia untuk mencegah ternak dari dua wilayah tersebut keluar.
Informasi yang berhasil dihimpun, razia dilakukan oleh petugas gabungan dari Dinas Pertanian dan Pangan (DPP), Dishub, Pol PP Gunungkidul, TNI serta Polri. Petugas sendiri disebar di sejumlah titik untuk menghentikan kendaraan pengangkut ternak dan menanyakan dari mana asal hewan ternak tersebut.
Jika ternak berasal dari kawasan endemik, maka ternak diminta untuk dibawa pulang kembali. Lokasi razia sendiri dipilih di mana di pasar-pasar hewan sedang ramai. Seperti misalnya pada saat Kliwon, pasar hewan Munggi, Kecamatan Semanu sedang pasaran di mana sangat ramai aktivitas jual beli. Sementara kemarin hari Minggu Wage hari pasaran untuk pasar hewan Sionoharjo, Playen.
Kepala Bidang Peternakan DPP Gunungkidul, Suseno Budi mengatakan, pada hari pertama kemarin, pihaknya mengentikan dan terpaksa menyarankan belasan truk dan mobil pengangkut ternak untuk berbalik arah. Tindakan pencegahan hewan ternak keluar ini untuk mencegah bakteri antraks untuk keluar dari dua wilayah yang disinyalir menjadi endemik antraks.
“Pada hari pertama kemarin ada 12 mobil truk pengangkut hewan ternak yang kami minta putar balik. Kalau hari ini sementara ada 3 mobil pengangkut,” kata Suseno Budi, Senin (20/01/2020) pagi.

Budi menambahkan, kendati selama ini telah dilakukan pencegahan dengan pemberian antibiotik, namun upaya pencegahan peredaran ternak untuk tidak keluar wilayah menjadi hal yang tak kalah penting. Sementara ini, ternak dari dua wilayah yakni Gombang dan Pucanganom menjadi sasaran petugas.
“Spot-spot daerah positif antraks sudah diformalin dan diberi antibiotik. Bulan pertama pencegahan agar hewan ternak tidak ke luar nanti akan dievaluasi,” ujar dia.
Diketahui sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyebut serangan bakteri antraks di Gunungkidul sempat masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) pada periode awal laporan masuk tanggal 28 Desember 2019 sampai akhir laporan penyakit tanggal 6 Januari 2020.
Selama ini, diketahui pula sebanyak 27 Warga Padukuhan Ngrejek Wetan dan Kulon, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, dinyatakan positif antraks. Puluhan orang itu terpapar dari hewan yang postif antraks yang disembelih dan dagingnya dikonsumsi, atau dikenal dengan brandu. Mereka kini dalam taraf pengobatan, dan sudah semakin membaik.
-
Uncategorized3 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial4 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
