Sosial
Program Keringanan Angsuran Untuk Nasabah BPD DIY, Begini Caranya
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pandemi corona memang membuat pukulan ekonomi yang sangat kuat. Dengan segala macam pembatasan aktifitas, otomatis membuat roda perekonomian tersendat. Alhasil daya beli masyarakat menurun lantaran kemampuan keuangan yang kurang.
Di tengah Pandemi Covid19 yang tengah terjadi ini, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Daerah Istimewa Yogyakrta (DIY) memberikan program keringanan kredit bagi nasabahnya. Kepada para nasabahnya, BPD DIY memberikan fasilitas pengajuan penangguhan pembayaran kredit. Dengan program ini, nasabah bisa mendapatkan penangguhan pembayaran kredit hingga rentang waktu tertentu.
Kepala Cabang BPD DIY Wonosari, Plati Soulistyanti memaparkan, untuk bisa memanfaatkan program ini, para nasabah diminta segera mengurus persyaratan. Adapun menurut Plati, persyaratannya sangat simple di mana nasabah cukup menyampaikan permohonan penangguhan kredit secara tertulis kepada pihak bank. Nantinya permohonan ini akan segera diproses sehingga fasilitas keringanan ini bisa membantu nasabah yang tengah terlilit kesulitan keuangan akibat hal ini.
“Penundaan pembayaran bisa empat bulan, enam bulan atau maksimal dua belas bulan,” ujar Plati kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Kamis (09/04/2020).
Penangguhan pembayaran bagi para nasabah ini diharapkan mampu memberikan keringanan para pelaku usaha yang melesu akibat Pandemi Covid19. Sehingga nantinya masyarakat yang menjadi nasabah BPD DIY, tidak terlalu terbebani dengan angsuran kredit.

“Kami sedang tahap restrukturisasi dengan menghubungi nasabah yang terdampak,” imbuh Plati.
Secepatnya, lanjut Plati, ia meminta para nasabah segera untuk menghubungi pihak bank. Agar proses restrukturisasi kredit bisa segera terlaksana.
“Lebih cepat tentu lebih baik, penundaaan kredit per Maret 2020 ya,” ucap dia.
Dikatakan Plati, saat ini nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) terdapat di seluruh wilayah di Gunungkidul. Adapun nasabahnya pun variatif baik pengusaha mikro maupun makro.
“Ada sekitar 1.821 nasabah,” urai Plati.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized6 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized7 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
