Connect with us

Sosial

Kisah Warga Terpencil Saat Kemarau Tiba, Air PDAM Hanya Mengalir Dua Minggu Sekali

Diterbitkan

pada

Panggang, (pidjar.com)- Air bersih masih menjadi persoalan serius bagi sebagian warga di wilayah selatan Kabupaten Gunungkidul. Warga Dusun Temuireng 1 dan Temuireng 2, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, mengaku hanya menikmati aliran air dari PDAM Tirta Handayani sekitar dua minggu sekali.

Kondisi tersebut memaksa warga mengandalkan bak penampungan berkapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka harus menyimpan air sebanyak mungkin saat distribusi PDAM mengalir karena tidak ada kepastian kapan air akan kembali datang.

Salah seorang warga Temuireng 1, Yanto, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, jadwal distribusi air tidak menentu sehingga warga hanya bisa menunggu dan bersiap menampung air saat aliran muncul.

“Biasanya dua minggu sekali, tapi kadang juga tidak pasti. Ada yang mengalir 24 jam, ada juga yang hanya 12 jam,” kata Yanto, Selasa (16/6/2026).

Meski jaringan PDAM telah menjangkau wilayah mereka, pelayanan yang diterima warga belum bisa memenuhi kebutuhan secara optimal. Dari total 12 RT yang berada di Temuireng 1 dan Temuireng 2, dua wilayah yang mengalami kondisi paling parah adalah RT 1 Temuireng 1 dan RT 4 Temuireng 2.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, hampir setiap rumah membangun tampungan air berkapasitas sekitar 10.000 liter. Penampungan itu menjadi penyelamat utama saat pasokan air berhenti mengalir selama berhari-hari hingga berminggu-minggu.

Berita Lainnya  Merawat Pertiwi, Kado HUT Megawati Untuk Semesta dan Anak Cucu

Dengan kapasitas tersebut, persediaan air biasanya mampu mencukupi kebutuhan keluarga selama 15 hingga 25 hari, tergantung jumlah anggota keluarga dan tingkat konsumsi air masing-masing rumah tangga.

Meski demikian, warga tetap harus berhemat. Mereka mengatur penggunaan air secara ketat agar persediaan tidak habis sebelum distribusi berikutnya tiba.

“Kalau tidak hemat, bisa habis sebelum air PDAM datang lagi,” ujar seorang warga.

Direktur Umum PDAM Tirta Handayani Gunungkidul, Sulistyo Ariwibowo, membenarkan masih ada wilayah pelanggan yang hanya mendapatkan distribusi air sekitar dua minggu sekali.

Menurut dia, persoalan utama bukan hanya jaringan distribusi, melainkan keterbatasan kapasitas produksi air yang tersedia saat ini.

“Memang ada wilayah yang hanya bisa mengalir dua minggu sekali. Kendalanya karena kekurangan debit produksi,” kata Sulistyo.

Secara geografis, wilayah Panggang menjadi salah satu kawasan yang berada cukup jauh dari sumber distribusi utama. Jarak tersebut membuat tekanan air tidak stabil sehingga distribusi ke pelanggan di wilayah ujung jaringan menjadi kurang optimal.

Berita Lainnya  Blusukan Air Ipar Presiden Jokowi Untuk Dukung Immawan Wahyudi

PDAM sebenarnya telah menyiapkan solusi jangka panjang melalui pengembangan sistem IKK Tanjungsari. Program tersebut dirancang untuk memperkuat pasokan air ke sejumlah wilayah yang selama ini mengalami kekurangan distribusi, termasuk kawasan Panggang.

Namun rencana tersebut masih terkendala pendanaan yang tidak sedikit. Nilai investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai sekitar Rp125 miliar.

“Pemda tidak punya uang, apalagi PDAM tidak mampu investasi sebesar itu,” ungkap Sulistyo.

Akibatnya, warga Temuireng hingga kini masih harus bertahan dengan pola distribusi air yang terbatas. Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, harapan mereka sederhana, yakni air bersih dapat mengalir lebih rutin sehingga kebutuhan dasar sehari-hari tidak lagi bergantung pada tampungan yang harus dihemat selama berpekan-pekan.

Berita Lainnya  Perbaiki Gizi Anak, PT WMU Bagi-bagi Ribuan Telur Tiap Bulan

“Harapannya ya bisa ngalir setiap hari,” ujar Yanto.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 jam yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Berita Terpopuler