Pendidikan
Belasan SMP Negeri Masih Kekurangan Siswa Baru, Disdikpora Terus Perpanjang Masa Pendaftaran
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dari 13ribu bangku yang tersedia di SMP se Gunungkidul hingga Senin (20/07/2020) ini masih cukup banyak yang belum terisi. Di Gunungkidul sendiri, tak hanya sekolah-sekolah yang tak terisi penuh, tercatat sedikitnya ada 13 SMP Negeri yang mengalami kekurangan siswa. Kendati PPDB berlalu sudah cukup lama dan bahkan saat ini telah mulai memasuki ajaran baru, namun Disdikpora menyiasatinya dengan terus memperpanjang masa penerimaan siswa tanpa kriteria.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid menuturkan, pihaknya memantau ada cukup banyak sekolah yang kuotanya tak terpenuhi, maupun bahkan mengalami kekurangan siswa yang cukup signifikan. Berkaca dari kondisi itu, Disdikpora memutuskan untuk memberi keleluasaan bagi sekolah untuk melakukan perpanjangan pendaftaran. Selain itu juga Disdikpora juga meminta sekolah menerapkan metode lain guna menarik minat calon siswa, seperti misalnya dengan memberikan sistem jemput bola.
“Saat ini masih ada belasan sekolah yang kekurangan siswa, untuk itu masa pendaftaran diperpanjang lagi hingga Agustus,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid.
Menurutnya, perpanjangan ini diprioritaskan untuk anak didik yang belum mendaftar di sekolah manapun. Anak didik tersebut juga bukan merupakan pindahan dari sekolah lain. Adapun sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa diantaranya adalah SMP N 4 Patuk, SMP N 3 Patuk, SMP N 3 Nglipar, SMP N 4 Nglipar, SMP N 3 Panggang, SMP N 4 Panggang, SMP N 5 Panggang, SMP N 4 Ponjong, SMP N 3 Ngawen, SMP N 5 Ngawen, SMP N 2 Tepus, SMP N 1 Girisubo dan SMP N 2 Girisubo.
“Teknisnya seperti apa, itu nanti kebijakan masing-masing sekolah yang masih kekurangan peserta didik baru,” imbuhnya.

Bahron memberi contoh, nantinya apabila terdapat anak dalam zona terdekat yang belum mendaftar, sekolah wajib menerima. Ia juga menekankan sekolah untuk melakukan jemput bola.
“Harapannya siswanya bertambah, jangan-jangan belum mendaftar karena ada kendala misalnya karena saat ini masa pandemi terus semua online dan yang bersangutan tidak punya gadget,” ujar Bahron.
SMP Negeri 4 Nglipar menjadi salah satu sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik baru. Sekolah ini hanya menyediakan satu kelas berkapasitas 32 anak untuk kelas 7, namun hingga MPLS dimulai hanya ada 12 pelajar yang masuk ke sekolah itu.
Kepala SMPN 4 Nglipar Tri Haryanto menjelaskan, sekolah tersebut baru berdiri 4 tahun ini. Sejak resmi dibuka untuk sekolah hingga saat ini, sekolah tersebut selalu mengalami kekurangan murid baru.
“Saat ini total ada 55 pelajar, rinciannya 12 pelajar kelas 7, 25 kelas 8, dan 18 kelas 9,” jelas Tri dihubungi beberapa waktu lalu.
Menurut Tri, pihaknya bahkan sudah memperpanjang masa pendaftaran selama 3 hari untuk tahun ajaran baru ini. Pihaknya pun kemudian mendapat 8 pendaftar, sehingga total menjadi 12 pelajar baru.
Berbagai upaya dilakukan pihak sekolah agar jumlah pelajar baru setidaknya mendekati kuota yang sudah ditetapkan. Salah satunya dengan melakukan pendekatan langsung ke warga dan calon pendaftar.
“Ya kami jemput bola, biasanya sosialisasi ke sekolah, tapi karena pandemi ini kami datangi keluarga calon pendaftar,” pungkas Tri.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized5 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized7 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
