Pariwisata
Embung Grigak, Asa Warga Karang Aliri Lahan Pertanian dan Perekonomiannya
Panggang, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kondisi geografis wilayah selatan Gunungkidul yang sebagian besar adalah kawasan karst menyebabkan minimnya tampungan air tanah. Hal ini lantaran dengan karakteristik tersebut, aliran air akan langsung menuju ke bawah tanah. Tentunya, karakter semacam ini sangat berpengaruh pada ketersediaan air yang perananannya maha penting bagi kehidupan manusia. Keterbatasan ketersediaan air membuat sedikitnya komoditas pertanian yang bisa ditanam di lahan tadah hujan.
Masyarakat Padukuhan Karang, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang bisa dibilang cukup beruntung. Kini, mereka tak perlu lagi bingung untuk mencukupi kebutuhan air bagi lahan pertaniannya. Karena atas kerjasama beberapa pihak, kini telah dibangun embung di Pantai Grigak yang berfungsi untuk mencukupi kebutuhan air di lahan pertanian warga.
Lurah Girikarto, Tuyadi, mengungkapkan, dahulu. lahan yang saat ini dugunakan untuk embung Grigrak merupakan pegunungan karst biasa. Namun begitu, di sekitaran Pantai Grigak tersebut terdapat sumber mata air yang kerap digunakan untuk warga mengairi lahan pertanian. Namun dengan keterbatasannya, sumber air ini tak bisa secara maksimal dimanfaatkan.
“Dulunya gunung, cuma di Grigak. Memang sejak dulu ada sumber mata air di dekat pantai yang biasa dimanfaatkan warga dengan peralatan seadanya,” ucap Tuyadi, Rabu (01/09/2021).
Lebih lanjut Tuyadi menyampaikan, lahan yang dijadikan embung tersebut milik Yayasan Mangun Karsa. Sang inisiator, Almarhum Romo Mangun sendiri memang dikenal sebagai budayawan, arsitek, rohaniawan, penulis, aktivis sosial dan pembela wong cilik. Romo Mangun datang ke wilayah Girikarto sekitar tahun 1986 hingga 1990-an.

Kemudian dalam perjalanan waktu, akhirnya yayasan yang digawanginya akhirnya berhasil menginisiasi pembangunan Embung Grigak. Pendanaan Embung Grigak sendiri berasal dari CSR sebuah perusahan minuman soda, Yayasan Obor Tani, dan Eco-Camp Mangun Karsa.
“Pembanguan embung sudah selesai pada bulan Mei lalu, kerjasama dari CSR perusahaan internasional. Sekarang sudah mulai dimanfaatkan masyarakat meski belum optimal lantaran membutuhkan fasilitas penunjang lainnya,” sambung Tuyadi.
Embung Grigak sendiri ke depan tidak akan hanya dimanfaatkan untuk sektor pengairan semata. Adanya potensi keindahan panorama alam Girikarto dan Samudera Hindia memang sangat menggoda untuk kemudian dijadikan sebagai objek wisata yang baru. Embung ini memang hanya berjarak 30 meter dari bibir pantai.
Masyarakat dan pemerintah kalurahan setempat berencana akan melengkapi berbagai instrumen agar objek wisata baru tersebut dapat dikunjungi setelah selesainya PPKM Darurat level 4.
“Tentunya rencana ke depan akan dibuat tempat wisata baru ya, supaya selain mengaliri lahan pertanian juga mengaliri perekonomian warga sekitar,” pungkasnya.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized6 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized7 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
