Pemerintahan
Penambahan Masif 3 Hari Terakhir, Kasus Covid19 Aktif di Gunungkidul Telah Menembus Lebih Dari 1000 Orang
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Penyebaran covid19 di Gunungkidul terus memburuk. Dalam 3 hari terakhir ini saja, tercatat penambahan hingga ratusan kasus setiap harinya. Saat ini, kasus aktif di Gunungkidul telah menembus lebih dari 1000 orang. Meski kasus aktif telah menembus hingga lebih dari 1000, ketersediaan tempat perawatan sendiri masih sangat memadai lantaran hanya puluhan orang yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty memaparkan, dalam 3 hari terakhir ini memang penambahan kasus aktif harian yang terjadi cukup banyak. Pihaknya banyak melakukan tracing terhadap sejumlah penularan yang terjadi.
Pada 23 Februari 2022 silam, tercatat penambahan sebanyak 177 orang terkonfirmasi positif dan 1 orang pasien covid19 yang meninggal. Kemudian pada 24 Februari 2022, terjadi penambahan sebanyak 221 kasus harian dengan 2 orang pasien covid19 meninggal dunia. Penambahan ini sendiri menjadi yang terbanyak sejak meledaknya carian delta pada 2021 silam. Sementara pada 25 Februari 2022 ini, 136 dinyatakan terkonfirmasi positif dan 4 orang pasien covid19 meninggal dunia.
“Dalam 3 hari terakhir ini penambahan yang terjadi memang cukup banyak. Petugas terus melakukan tracing,” papar Dewi, Jumat sore.
Berkaitan dengan banyaknya kasus harian yang terjadi, diikuti pula dengan jumlah total kasus aktif di Gunungkidul. Menurut Dewi, berdasarkan data terakhir yang diterima pihaknya hingga Jumat sore ini, total ada 1.254 kasus aktif yang merata di seluruh Kapanewon-kapanewon yang ada di Gunungkidul. Jumlah kasus terbanyak adalah di Kapanewon Wonosari dengan 203 kasus aktif. Kemudian kapanewon Karangmojo dengan 153 kasus aktif dan disusul Nglipar dengan 104 kasus aktif.

Dia menambahkan, meski ada lonjakan kasus yang sangat signifikan, akan tetapi untuk ketersediaan ruang perawatan di fasilitas-fasilitas kesehatan di Gunungkidul sendiri masih sangat memadai. Sebagian pasien positif memang memilih untuk melakukan isolasi mandiri.
“Ada 49 orang yang saat ini dirawat di rumah sakit,” beber Dewi.
Sementara itu, Pemkab Gunungkidul sendiri masih menyiapkan bantuan sembako bagi pasien covid19 yang menjalani isolasi mandiri. Pemkab masih membahas anggaran senilai 400 juta yang akan diperuntukan bagi pengadaan bantuan bagi para pasien covid19.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gunungkidul, Giyanto, menyampaikan untuk menyikapi peningkatan kasus aktif covid19 di Gunungkidul dalam beberapa waktu terakhir pihaknya telah mengusulkan adanya bantuan sembako bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri. Adapun sumber anggaran berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT) yang saat ini usulan tersebut sedang direview.
“Sudah kita ajukan dan sudah mau direview oleh Inspektorat. Sumbernya dari BTT untuk bantuan sembako warga yang isoman,” ucapnya.
Ia menjelaskan, jumlah anggaran yang diajukan sebesar Rp. 400 juta untuk kebutuhan 2.000 paket sembako sebagai bantuan nantinya. Ia belum dapat membeberkan lebih lanjut mengenai mekanisme pendistribusian lantaran masih dalam tahap usulan dan belum tahap realisasi.
“Ada 2.000 paket, masing-masing paket senilai Rp. 200 ribu yang kita usulkan. Nanti kalau sudah disetujui dan dibelanjakan baru mekanismenya berjalan,” imbuh Giyanto.
Ia menambahkan, pihaknya melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kapanewon juga telah melakukan pendataan tempat isolasi terpadu yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Dari pendataan yang dilakukan, tercatat sebanyak 128 lokasi yang dapat dipergunakan. Jumlah tersebut menurun dibandingkan pada tahun 2021 lalu yang tercatat hingga 321 tempat isolasi terpadu. Dalam pemenuhan kebutuhannya pun dapat melalui dana desa yang mana telah diatur sebanyak 8% digunakan untuk penanganan covid19 di setiap Kalurahan.
“Dari hasil pendataan kemarin ada 128 tempat isolasi terpadu dengan total daya tampung sebanyak 338 orang. Ya harapannya semoga pandemi ini segera usai dan kembali normal lagi,” tutupnya.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized5 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
