Pemerintahan
Tinggal 3 Kilometer, Jalur Anyar Penghubung Gunungkidul-Sleman Ditarget Selesai Tahun Depan
Wonosari, (pidjar.com)- Pembangunan jalan tembus baru yang menghubungkan Kabupaten Sleman dan Gunungkidul terus dikebut. Meski saat ini ruas-ruas jalan yang telah selesai proses pembangunannya telah bisa dipergunakan masyarakat, namun memang masih ada sejumlah ruas di Kabupaten Sleman yanv belum dibangun. Pemerintah Daerah (Pemda) DIY sendiri optimistis proyek strategis tersebut dapat rampung pada 2027 mendatang meski masih menghadapi tantangan pendanaan.
Jalan baru ini menghubungkan ruas jalan dari Prambanan-Gayamharjo-Tawang-Ngalang-Gading. Lokasinya sendiri cukup strategis lantaran nantinya langsung tersambung dengan exit tol Prambanan. Jalur ini digadang-gadang menjadi akses vital yang memangkas waktu tempuh antara Sleman dan wilayah utara Gunungkidul. Selain memperlancar mobilitas warga, keberadaan jalan ini juga diharapkan mampu membuka peluang investasi baru serta mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi.
Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Wira Sasongko Putro, mengatakan progres pembangunan hingga saat ini masih berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Saat ini yang sudah on going sepanjang 1,525 kilometer. Untuk sekitar 3 kilometer sisanya masih sama-sama diusahakan melalui skema Inpres Jalan Daerah maupun Dana Keistimewaan,” kata Wira, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, pemerintah terus berupaya mencari sumber pembiayaan agar seluruh ruas yang tersisa dapat segera dibangun. Meski demikian, penyelesaian proyek tetap bergantung pada kemampuan fiskal pemerintah.

Wira menyebut target penyelesaian proyek belum berubah. Pemda DIY masih berharap seluruh ruas jalan tembus tersebut dapat tersambung penuh pada 2027.
“Target masih sama, 2027 hingga 2028. Kami masih berharap bisa selesai pada 2027. Namun tentu perlu mempertimbangkan ketersediaan fiskal,” ujarnya.
Secara keseluruhan, jalan tembus Prambanan-Gayamharjo-Tawang-Ngalang-Gading memiliki panjang mencapai 27,58 kilometer. Sebagian besar ruas telah selesai dibangun dan mulai dimanfaatkan masyarakat.
Adapun pekerjaan yang masih menjadi fokus berada di segmen Prambanan-Gayamharjo sepanjang 9,08 kilometer. Ruas ini dinilai menjadi bagian krusial untuk menyempurnakan konektivitas antara Sleman dan Gunungkidul.
Dari total panjang tersebut, sebanyak 4,555 kilometer telah berhasil dibangun. Rinciannya, sepanjang 3,205 kilometer dibiayai melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD), sedangkan 1,35 kilometer lainnya menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) DIY.
Sementara itu, sisa ruas yang belum tersambung mencapai 4,525 kilometer. Sebanyak 1,525 kilometer saat ini masih dalam tahap konstruksi, sedangkan sekitar 3 kilometer lainnya masih menunggu kepastian pendanaan.
Jalan tembus ini juga diproyeksikan menjadi salah satu akses strategis yang menghubungkan Exit Tol Bokoharjo dengan wilayah Gunungkidul.
Dengan tersambungnya jalur tersebut, waktu tempuh menuju Gunungkidul diperkirakan akan semakin singkat. Selain itu, distribusi barang dan jasa juga diharapkan menjadi lebih efisien sehingga dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Kemudahan akses tersebut diyakini akan menciptakan peluang tumbuhnya kawasan ekonomi baru di sepanjang koridor jalan yang dilalui, termasuk sektor perdagangan, jasa, hingga pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, dan Ekonomi Kreatif Gunungkidul, A. Hary Sukmono, menilai jalan tembus Sleman-Gunungkidul memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah utara Gunungkidul.
Menurutnya, hingga saat ini pertumbuhan ekonomi masih lebih banyak terkonsentrasi di wilayah selatan yang didukung oleh perkembangan sektor pariwisata pantai. Sementara kawasan utara masih membutuhkan dorongan agar mampu menarik investasi dalam skala lebih besar.
“Kami masih memiliki pekerjaan rumah untuk menggerakkan ekonomi di wilayah utara,” kata Hary.
Ia berharap peningkatan aksesibilitas melalui jalan tembus tersebut dapat menjadi pemicu masuknya investasi baru. Dengan konektivitas yang semakin baik, investor dinilai akan memiliki lebih banyak pilihan lokasi pengembangan usaha.
Selain sektor pariwisata, peluang pertumbuhan juga terbuka bagi ekonomi kreatif, perdagangan, hingga sektor jasa yang selama ini belum berkembang optimal di wilayah utara.
Di tengah proses pembangunan yang masih berlangsung, Pemda DIY memastikan proyek berjalan tanpa hambatan berarti.
“Puji syukur, sampai sekarang masih on track dan belum ada kendala yang signifikan,” ujar Wira.
Jika seluruh ruas berhasil diselesaikan sesuai target pada 2027, jalan tembus Sleman-Gunungkidul tidak hanya menjadi penghubung dua kabupaten, tetapi juga diharapkan menjadi motor baru pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah utara Gunungkidul. (Ardi)
-
Info Ringan2 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa1 minggu yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan1 minggu yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa3 hari yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized1 minggu yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Peristiwa3 hari yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan4 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Peristiwa4 hari yang laluLaka Maut di Semanu, Pembonceng Tewas Tersambar Truk
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Hukum Kasus Pencurian di Pantai Drini Berlanjut, Begini Penjelasan Polisi
