fbpx
Connect with us

Sosial

Alat Modifikasi Mesin Pemotong Rumput Ini Mampu Memanen Setengah Hektar Lahan Padi Dalam Beberapa Jam

Published

on

Semanu,(pidjar.com)–Memasuki musim panen, banyak diantara petani yang membutuhkan bantuan orang lain untuk ikut dalam proses panen padi. Alhasil dengan adanya hal ini, ongkos produksi tentu harus dikeluarkan guna mengupah tenaga itu.

Berkaca pada kondisi ini, salah seorang warga Padukuhan Pragak, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Sutarno yang kesehariannya tinggal di Bandung, Jawa Barat membuat sebuah alat untuk mempermudah pemanenan padi di kampung. Alat pemanen terbuat dari pemotong rumput yang kemudian dimodifikasi menjadi alat pemanen padi.

Sutarno membuat alat tersebut lantaran merasa kasihan dengan orang tua dan keluarganya di Pragak yang setiap musim panen tiba harus mengeluarkan biaya yang tinggi untuk membayar orang-orang yang membantu proses panen. Terkadang, pada masa panen, seringkali tidak ditemukan buruh tani yang tersedia lantaran memang kebutuhan akan tenaga sangat banyak. Sehingga kemudian, orang tua dan saudaranya harus memanen sendiri lahannya yang cukup luas. Tentu hal itu membuat proses panen menjadi cukup lama dan sangat menguras tenaga.

Dari itu, ia kemudian berinisiatif untuk mencoba membuat alat pemotong padi sendiri. Ia membeli mesin pemotong rumput di toko, kemudian dimodifikasi. Bagian pisau pemotong rumput dicopot dan diganti pisau gergaji kayu. Kemudian pada bagian atas, dipasang penutup layaknya tameng buatan.

Berita Lainnya  Puncak Cuaca Buruk di Pantai Selatan Pada Rabu Esok, Ketinggian Gelombang Diperkirakan Capai 8 Meter

“Mesin babat pari (pemanen padi) ini dibuat sendiri. Bahannya juga mudah kok, awalnya pakdhe saya cuma liat youtube kan sudah banyak, terus coba bikin pas di Bandung. Kemudian dibawa ke kampung untuk panen,” terang Syaiful, keponakan Sutarno, Kamis (26/03/2020).

Ternyata alat tersebut sangat membantu, bahkan mrmbuat panen lebih cepat. Pisau gergaji hanya diayunkan ke tanaman padi, dengan sendirinya akan memotong batang padi, kemudian diayunkan lagi untuk menata rapi di tanah.

“Efektif menurut saya, ndak perlu membungkuk kalau dipotong dari bawah. Kita hanya menggendong mesinnya dan mengayunkan alatnya sudab bisa panen. Kasihan to kalau orang tua panen itu biasanya bungkuk kalau dipotong sampai bawah,” tambahnya.

Selama dua tahun terakhir alat tersebut digunakan untuk panen padi. Bahkan tidak hanya keluarga Syaiful dan Sutarno saja yang memanfaatkan, sejumlah tetangga dan saudaranya pun juga ikut memanfaatkan alat ini untuk memanen padi di ladang.

Berita Lainnya  Buang Limbah ke Sungai dan Enggan Buat IPAL, Dinas Laporkan Industri Pembuatan Tahu dan Tempe ke Polisi

Seringkali para petani lain harus antri untuk mendapatkan giliran panen menggunakan alat modifikasi itu. Biasanya setengah hektare lahan pertanian bisa dipanen hanya dalam waktu beberapa jam sama menggunakan alat tersebut. Tapi itu juga tergantung dengan cuaca dan kondisi tanamannya, roboh atau tidak.

“Kalau kondisinya bagus ya ndak lama setengah hektare itu,” imbuh dia.

Bagi petani sekitar yang ingin memanfaatkan alat tersebut, biasanya membayar 40 ribu rupiah per 1.000 meter lahan pertanian yang ada.

“Sangat membantu sih menurut saya. Kebetulan saya yang sering dimintai tolong untuk mengoperasikan alat ini. Kalau yang pinjem berani dipake sendiri, tapi harus hati-hati,” papar dia.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Irwan menjelaskan, musim panen lalu keluarganya juga ikut memanfaatkan alat buatan Sutarno itu. Menurutnya alat pemanen padi ini memang sangat efekti. Jika pemanfaatnanya dibarengi dengan panen secara manual, tidak butuh waktu berhari-hari untuk panen padi dengan lahan yang sangat luas.

“Tahun lalu pake alat itu, cepet panennya,” sambung Irwan.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler