Pemerintahan
Ini 31 Kalurahan Yang Akan Gelar Pilihan Lurah, Polisi Mulai Petakan Kerawanan
Wonosari,(pidjar.com)– Menjelang pelaksanaan Pemilihan Lurah (Pilur) serentak pada tahun 2026 ini, Polres Gunungkidul mulai melakukan pemetaan potensi kerawanan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan Pilur berjalan aman, nyaman dan damai terhindar dari konflik. Di Gunungkidul sendiri, akan dilaksanakan Pilur di 31 Kalurahan.
Kasat Intelkam Polres Gunungkidul, AKP Widodo, mengatakan pihaknya saat ini mulai melakukan pemetaan daerah atau kalurahan rawan dalam pelaksanaan pilur serentak. Pemetaan tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini guna mengantisipasi berbagai potensi konflik yang mungkin muncul selama tahapan Pilur berlangsung.
“Berdasarkan evaluasi pelaksanaan Pilur sebelumnya, terdapat beberapa permasalahan yang berpotensi kembali muncul pada Pilur mendatang,” ujar Widodo.
Ia menjelaskan, permasalahan yang paling sering terjadi antara lain, perselisihan antarpendukung calon lurah, keberatan terhadap hasil pemungutan dan penghitungan suara, dugaan pelanggaran administrasi maupun kampanye, hingga penyebaran isu atau informasi yang berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Hal ini yang patut diwaspadai,” tambahnya.

Kondisi tersebut umumnya terjadi pada kalurahan yang memiliki tingkat persaingan politik tinggi serta jumlah kandidat yang cukup banyak.
Meski demikian, berkaca pada pelaksanaan Pilur di periode sebelumnya permasalahan-permasalahan yang muncul dalam pesta demokrasi di tingkat kalurahan tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan maupun melalui musyawarah yang melibatkan panitia pemilihan, pemerintah kalurahan, tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan pihak terkait lainnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Administrasi dan Aparatur Pemerintahan Kalurahan DPMKP2KB Kabupaten Gunungkidul, Kriswantoro, mengatakan penyusunan petunjuk teknis (juknis) penyelenggaraan Pilur serentak masih terus dilakukan. Masih terdapat sejumlah penyesuaian, terutama terkait implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 16 yang mengatur mekanisme perpanjangan masa pendaftaran calon lurah apabila jumlah pendaftar belum memenuhi syarat minimal dua orang.
“Apabila jumlah pendaftar masih kurang dari dua orang, masa pendaftaran dapat diperpanjang selama 15 hari. Jika setelah perpanjangan pertama jumlah pendaftar masih kurang dari dua orang, maka dapat dilakukan perpanjangan kembali selama 10 hari,” jelas Kriswantoro.
Ia menambahkan, pada 26 Mei 2026 lalu, Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal) telah menyampaikan surat pemberitahuan berakhirnya masa jabatan lurah yang akan jatuh pada 26 November 2026.
Saat ini, DPMKP2KB masih melakukan koordinasi dan harmonisasi penyusunan juknis guna meminimalisir potensi permasalahan maupun konflik selama tahapan Pilur berlangsung.
“Juknis masih dalam proses penyusunan,” imbuhnya.
Kriswantoro menambahkan, rencananya pada minggu kedua Juni 2026 akan dibentuk panitia penyelenggara Pilur yang selanjutnya akan menyusun tata tertib dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pelaksanaan pemilihan.
“Untuk pelaksanaan pemungutan suara akan berlangsung pada September 2026 mendatang. Untuk hari dan tanggalnya masih dalam pembahasan bersama,”pungkas dia.
Sebagaimana diketahui, tahun 2026 ini, ada 31 kalurahan yang akan menyelenggarakan Pilur. Guna mendukung pelaksanaan Pilur serentak tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran operasional sebesar Rp 2.660.000.000. Anggaran tersebut terdiri dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk 31 kalurahan sebesar Rp2.460.000.000 serta anggaran pelaksanaan di tingkat dinas sebesar Rp200.000.000.
Adapun 31 kalurahan yang akan melaksanakan Pemilihan Lurah serentak pada tahun 2026 meliputi Kalurahan Baleharjo dan Siraman (Kapanewon Wonosari); Katongan (Kapanewon Nglipar); Dengok, Ngunut, Ngawu, Bandung, dan Logandeng (Kapanewon Playen); Ngoro-oro dan Terbah (Kapanewon Patuk); Mulusan (Kapanewon Paliyan); Girisuko (Kapanewon Panggang).
Kemudian Candirejo (Kapanewon Semanu); Kelor (Kapanewon Karangmojo); Sidorejo (Kapanewon Ponjong); Botodayaan (Kapanewon Rongkop); Kalitekuk dan Bulurejo (Kapanewon Semin); Jurangjero, Kampung, dan Watusigar (Kapanewon Ngawen); Mertelu, Watugajah, dan Sampang (Kapanewon Gedangsari).
Selanjutnya Kalurahan Jetis, Kepek, Kanigoro, Monggol, dan Ngloro (Kapanewon Saptosari); Hargosari (Kapanewon Tanjungsari); dan Girijati (Kapanewon Purwosari).
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial4 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial1 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized4 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan6 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
