Pemerintahan
Baca Ribuan Buku Gratis dan Bisa di Mana Saja Melalui Layanan e-Pusda Gunungkidul
Wonosari (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Di zaman serba digital ini, segala kegiatan dituntut untuk lebih praktis. Dalam kaitannya dengan baca-membaca, dunia literasi pun dituntut untuk bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kegiatan literasi yang tadinya mensyaratkan pertemuan fisik antara pembaca dan buku, kini sudah banyak inovasi agar kegiatan membaca lebih praktis dan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Menindaklanjuti berkembangnya era digital, Dinas Perpustakaan Kearsipan Gunungkidul saat ini telah mempunyai layanan baca digital yaitu aplikasi e-pusda. Layanan ini sebenarnya telah dioperasikan sejak tahun 2015 lalu.
Aplikasi yang telah diunduh lebih dari seribu orang tersebut merupakan komitmen Dinas Perpustakaan Kearsipan Gunungkidul untuk selalu memberikan solusi sesuai perkembangan zaman guna meningkatkan minat baca masyarakat. Dalam hal ini tentunya, dengan pengembangan literasi, akan seiring sejalan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah.
“Kita sudah memiliki bermacam-macam e-book untuk berbagai kalangan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, sampai buku-buku terapan. Saat ini koleksi buku di e-pusda Gunungkidul sudah sekitar 5000 buku. Ke depan akan terus kita tambah lagi,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan Kearsipan Gunungkidul, Ali Ridhlo.
“E-pusda adalah layanan perpustakaan Gunungkidul untuk menyasar masyarakat yang lebih luas, jadi Perpustakaan Gunungkidul bisa lebih dikenal,” sambungnya.
Melalui aplikasi ini, bagi siswa, pelajar, mahasiswa, pegawai, kini tak perlu repot lagi harus ke perpustakaan untuk membaca dan meminjam buku. Berbagai kemudahan, kenyamanan, dan keuntungan yang disediakan diharapkan mampu meningkatkan antusiasme masyarakat. Layanan e-pusda sendiri memang sangat mudah untuk diakses. Dengan begitu, berbagai buku kini dapat diakses dimana saja dan kapan saja melalui gawai.
“Kita ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia Gunungkidul agar semakin bisa bersaing,” beber dia.
Lantas mengapa layanan e-pusda layak dimanfaatkan?
Pertama karena hemat biaya. Melalui layanan e-pusda, masyarakat tak perlu lagi membeli ataupun memfoto copy buku yang diinginkan. Masyarakat hanya perlu mengunduh aplikasi di playstore kemudian mendaftarkan dirinya.
Kedua karena hemat tempat. Selain hemat biaya, e-pusda juga hemat tempat karena tak perlu membuat rak atau tempat khusus buku. Tentunya tidak perlu membawa tumpukan buku untuk dibaca.
Ketiga karena praktis. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada kini perpustakaan berada di genggaman masyarakat. Kini semua orang dapat membaca apa saja dan di mana saja sesuai mood ataupun minat.
Keempat karena tidak mudah rusak dan hilang. Koleksi buku fisik sangat rentan rusak jika tidak dirawat dengan baik, entah kena air atau hilang saat dipinjam teman. Melalui e-pusda, koleksi buku akan awet dan tersimpan rapi walau sudah lama.
-
Uncategorized6 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya5 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial7 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized6 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
