Pemerintahan
Banyak Kasus Tuberkulosis Belum Terdeteksi, Pemkab Gencarkan Upaya Skrining Jemput Bola
Wonosari,(pidjar.com) – Penyakit Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Di Gunungkidul sendiri penderita penyakit tersebut masih banyak pula, baik yang terdeteksi maupun yang belum terdeteksi. Maka dari itu, pemerintah melalui Dinas Kesehatan menggandeng pihak-pihak lain aktif melakukan skrining di masyarakat untuk menemukan kasus baru dan dilakukan pengobatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, dr. Wanda Abrar mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menemukan kasus TB baru yakni melalui program Active Case Finding (ACF) atau strategi proaktif penemuan kasus Tuberkulosis secara sistematis pada populasi berisiko tinggi seperti kontak erat.
Dengan langkah ini, setidaknya terhitung dari bulan Januari 2026 sampai dengan Maret 2026 ditemukan kasus TB baru sebanyak 102 orang (pasien). Ditargetkan pada tahun ini ribuan kasus TB baru dapat ditemuka dan dilakukan pengobatan secara maksimal untuk mencegah penularan.
“Kami upayakan skrining di lapangan, menemukan kasus kemudian diobati sampai sembuh. Tapi juga perlu kesadaran dari masyarakat untuk memeriksakan diri apabila mengalami gejala,” kata Wanda.
Pada penanganan, pencegahan dan penanggulangan kasus TB ini, pemerintah Kabupaten Gunungkidul berkomitmen cukup kuat. Beberapa upaya direalisasikan untuk pelayanan yang baik mulai dari penerbitan SE No. 27 Tahun 2026 tentang percepatan penanggulangan TB di lingkungan instansi pemerintah dan swasta. Peningkatan Akses Layanan TB yang Bermutu, Penyediaan layanan Tes Cepat Molekuler (TCM), Penetapan Rumah Sakit rujukan TB Resistan Obat (TB RO), Pembentukan layanan puskesmas inisiasi TB RO.

“Upaya-upaya ini dilakukan agar terdapat percepatan penanganan kasus TB di masyarakat untuk menuju zero TB di 2030 mendatang,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono mengatakan strategi ACF yang diterapkan oleh pemerintah merupakan langkah strategis dan progresif dengan sistem turun langsung ke masyarakat untuk melakukan skrining dan memastikan pengobatan terhadap penderita sampai sembuh.
Pada strategi ini Pemerintah tidak hanya sekedar menunggu pasien datang pemeriksaan diri. Namun tenaga medislah yang harus memiliki keaktifan Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS). Menurutnya Strategi ACF dinilai efektif dalam meningkatkan penemuan kasus Pemkab Gunungkidul melihat bahwa ACF terbukti meningkatkan capaian program TB.
“Temuan TB terus meningkat, nah ini menjadi fokus kami bagaimana penanggulangannya, pencegahannya dan penanganannya agar mereka benar-benar sembuh. Data yang ada, di tahun 2023 penemuan kasus naik 11,4%, t ahun 2024 meningkat hingga 19%. Kemudian di tahun 2025 ditemukan 618 kasus melalui metode ACF,” tandasnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized1 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
