Connect with us

Peristiwa

Berdalih Untuk Ruwatan, Pentas Wayangan Dibubarkan Petugas

Diterbitkan

pada

Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Jajaran penegak hukum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Gunungkidul membubarkan pagelaran wayang kulit yang dihelat di Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen pada Minggu (22/08/2021) malam tadi. Saat dibubarkan, pagelaran wayang kulit tersebut sudah mulai dilaksanakan dan banyak pedagang maupun pengunjung yang berdatangan di lokasi. Penyelenggara sendiri berdalih pagelaran ini dihelat sebagai saran ruwatan agar pandemi segera berakhir.

Kepala Bidang Penegakkan Perda Satuan Polisi Pamong Praja Gunungkidul, Sugito memaparkan, pada Minggu petang tadi, pihaknya mendapatkan laporan adanya pagelaran wayang kulit yang diadakan di Balai Kalurahan Ngleri. Mendapati laporan tersebut, pihaknya langsung menugaskan anggota untuk mendatangi balai kalurahan tersebut. Dan benar saja, di lokasi tersebut, telah berkerumun penyelenggara maupun warga yang berbondong-bondong datang untuk menyaksikan hiburan ini.

Berita Lainnya  Volume Naik Hampir 2 Kali Lipat, Ketinggian Sampah di TPAS Wukirsari Capai 7 Meter

Petugas sendiri kemudian melakukan dialog kepada penyelenggara. Berdasarkan keterangan penyelenggara, pagelaran ini ditujukkan untuk ruwatan agar pandemi segera berakhir.

“Tapi masalahnya menimbulkan kerumunan, kami kemudian meminta panitia menyudahi pagelaran wayang ini,” ujar Sugito, Minggu malam.

Negoisasi yang berlangsung sendiri sempat alot. Hal ini lantaran penyelenggara kukuh menolak untuk membubarkan acara. Panitia berdalih bahwa pagelaran wayang ini merupakan sarana untuk melestarikan budaya dan meruwat negara agar pandemi yang menyusahkan ini segera usai. Namun demikian, proses dialog yang cukup panjang ini akhirnya menemui titik temu. Penyelenggara kemudian bersedia untuk membubarkan acara.

“Penyelenggara kemudian membuat surat pernyataan untuk membubarkan kegiatan, penonton satu per satu meninggalkan lokasi. Kita dibantu petugas dari kepolisian juga,” beber Sugito.

Ketika dikonfirmasi, pendamping penyelenggara kegiatan, Muhamad Hata berdalih bahwa pihaknya mendapatkan izin dari pemerintah kapanewon. Bahkan, pihaknya mengaku telah menyewa Balai Kalurahan seharga Rp 500 ribu untuk digunakan menyelenggarakan pertunjukkan wayang kulit.

Berita Lainnya  Delapan Kali Beraksi Dalam Sebulan, Ini Kawasan-kawasan Yang Diincar Duo Begal Meresahkan

“Di Kapanewon Playen, kami telah diberi izin meski secara lisan,” papar Hatta.

Kegiatan ini, lanjut dia, memang ditujukkan sebagai munajad agar pandemi segera berakhir. Menurutnya, pandemi tak memiliki titik terang karena masyarakat lupa untuk nguri-uri kebudayaan.

“Saya diberi izin sama Panewu Anom tapi memang hanya lisan,” ulangnya.

Sementara itu, Kapolsek Playen, AKP Hajar Wahyudi menjelaskan, izin dari pemerintah kapanewon sendiri merupakan izin tradisi dengan protokol kesehatan ketat. Bukan pertunjukkan wayang yang melibatkan banyak orang dan menimbulkan kerumunan.

“Kalau kerumunan jelas dilarang, untuk itu sesuai dengan aturan yang berlaku, tetap kami bubarkan,” tandas Hajar.

Salah satu penonton, Agus mengaku kecewa dengan pembubaran wayang kulit dari Tanjungsari tersebut. Agus mengatakan, saat ini masyarakat haus akan hiburan.

Berita Lainnya  Perkenalkan Ima, Dara Cantik Yang Rela Panas-panasan Jualan Cilok

“Apalagi ini untuk ruwatan saya ya sedikit kecewa,” kata pria yang datang ke Balai Kalurahan Ngleri dengan jalan kaki tersebut.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata16 jam yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler