Hukum
Berkas Dilimpahkan ke Kejaksaan, 3 Tersangka Pertambangan dan Distribusi BBM Subsidi Ilegal Terancam Hukuman Berat
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Para penyidik dari Polres Gunungkidul telah selesai melakukan pemberkasan atas kasus perniagaan solar bersubsidi dan penambangan liar yang dibongkar sejak beberapa waktu lalu. Dua kasus ini merupakan dua kasus yang menonjol yang tengah mendapatkan fokus penanganan dari jajaran Satreskrim.
Sebanyak 3 orang ditetapkan tersangka dari dua kasus ini. Saat ini berkas ketiganya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gunungkidul. Ketiga tersangka sendiri saat ini ditahan oleh Kejari Gunungkidul sembari menunggu proses persidangan yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Berdasarkan pasal yang disangkakan kepada para tersangka tersebut, ketiganya terancam hukuman yang cukup berat. Untuk kasus perniagaan BBM illegal, sebanyak dua orang tersangka terancam hukuman 6 tahun penjara. Sementara untuk tersangka kasus tambang ilegal mendapatkan ancaman hukuman yang lebih serius. Tersangka tersebut terancam penjara 10 tahun dan denda 10 miliar rupiah.
Kanit Pidana Khusus, Sat Reskrim Polres Gunungkidul, Ipda Ibnu Ali menjelaskan, dua perkara tersebut telah sampai pada tahap II. Artinya, berkas telah dikirimkan ke Kejaksaan untuk nantinya menunggu dilakukan persidangan di Pengadilan Negeri Wonosari. Status P21 sendiri telah ditetapkan sejak akhir Oktober silam.
“Ada tiga orang yang sudah ditahan, untuk dua yang kasus perniagaan ilegal solar bersubsidi yakni Ar, warga Desa Pucung, Girisubo dan Suw, warga Desa Jerukwudel, Kecamatan Girisubo dan Y warga Semanu terkait dengan kasus pertambangan ilegal,” kata Ibnu, Kamis (31/10/2019).
Ia mengatakan, selama hasil pemeriksaan berlangsung, pihaknya tidak menemukan adanya pelaku lain dalam dua kasus tersebut baik perniagaan BBM maupun pertambangan. Meski tidak dipungkiri, belum lama ini pihaknya juga melakukan pemeriksaan saksi.
“Tidak ada tambahan tersangka, untuk kasus BBM itu 2 orang dan pertambangan 1 orang,” terang dia.
Telah lengkapnya berkas itu, saat ini pihaknya telah melimpahkan perkara tersebut kepada Kejari Gunungkidul. Pun demikian dengan tiga orang tersangka dalam dua kasus itu.
“Kalau untuk (barang bukti) alat berat masih di Polres, karena tidak ada tempat. Sedangkan yang lainnya sudah semuanya kita limpahkan,” paparnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Anak Agung Putra Dwipayana menjelaskan, perkara tersebut tidak saling berkaitan. Meski sebelumnya banyak dugaan adanya kaitan antara dua kasus itu.
“Tidak ada kaitannya. Beda kasus saat ini telah tahap dua dan dilimpahkan ke kejaksaan,” beber dia.
Dilanjutkannya, kepada ketiga tersangka, penyidik dari Satreskrim Polres Gunungkidul sendiri menjerat mereka dengan pasal yang berat. Kepada Ar dan Suw, keduanya dijerat dengan pasal 158 UU Pertambangan yang menyatakan bahwa setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP. IPR dan IUPK dipidana dengan penjara paling lama 10 tahun dan denda 10 miliar rupiah.
“Untuk Yg, tersangka kasus pertambangan ilegal, dijerat dengan pasal 55 sub 53 UU Migas entang pengangkutan BBM bersubsidi ilegal. Ancaman penjaranya 6 tahun,” tandas Kasat Reskrim.
Sebelumnya diketahui, dua orang warga Kecamatan Girisubo turut diamankan dalam peristiwa tersebut. Pengungkapan kasus tersebut berula adanya patroli yang dilakukan jajaran Unit Pidsus Polres Gunungkidul pada 17 September 2019 malam silam. Sesampainya di Simpang Tiga Ngeposari, Kecamatan Semanu pihak kepolisian mendapati muatan mencurigakan yang diangkut oleh kendaraan bak terbuka warna hitam.
Dua orang yang berada di dalam kendaraan tersebut yakni Ar, warga Desa Pucung, Girisubo dan Suw, warga Desa Jerukwudel, Girisubo kemudian dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Namun begitu, keduanya sempat berkelit dengan berbagai alasan.
Setelah dicek didapati 64 jerigen warna hitam di bak belakang kendaraan tersebut dengan rincian 43 jerigen berisi solar bersubsidi (1.400 liter) dan 21 jerigen masih kosong.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized5 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized4 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
