Pemerintahan
BPBD Gunungkidul Masih Lakukan Dropping Air di Awal Musim Penghujan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Hujan yang terjadi belakangan ini sudah merata ke seluruh wilayah Gunungkidul, meski masih hilang dan timbul. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul tengah melakukan pemantauan apakah masyarakat di beberapa pekan kedepan masih membutuhkan bantuan droping air atau tidak. Jika pekan depan intensitas hujan semakin tinggi dan kondisi masyarakat sudah tidak membutuhkan air, maka dari pemerintah akan membuat kebijakan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengungkapkan, hujan di Gunungkidul sudah merata. Namun demikian, sampai sekarang pihaknya masih melakukan droping air ke wilayah yang belum lama pengajuan droping air. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Menurutnya, hujan pertama tampungan air yang dimiliki warga belum terisi sepenuhnya. Kemudian biasanya, air hujan pertama kali juga tidak digunakan untuk konsumsi warga, hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan. Sehingga masyarakat masih membutuhkan droping air dari pemerintah.
“Minggu ini kami masih melakukan droping air sesuai dengan permintaan warak Gunungkidul. Mulai minggu depan kita lihat situasi dan kondisinya dulu bagaimana memungkinkan untuk penghentian atau tidak,” kata Edy Basuki, Rabu (28/10/2020).
Berdasarkan data yang ada, dari awal sampai dengan saat ini sudah 1.600 an tangki air bersih yang telah didistribusikan oleh BPBD Gunungkidul. Untuk anggaran yang disediakan oleh pemerintah droping air tahun ini mencapai 700 juta dengan estimasi mampu mencukupi 1.800 tangki air.

Sementara itu, Panewu Tepus, Alsito mengatakan, hujan yang terjadi memang sudah merata di kawasan Tepus, hanya saja hujan yang terjadi belum lama tinggal masyarakat masih membutuhkan air bantuan dari pemerintah.
“Dalam minggu ini masih membutuhkan bantuan, mungkin kalau hujannya sudah beberapa kali air sudah bersih maka bisa digunakan untuk air dan masuk dalam tandon air. Kita beberapa waktu lalu masih mengajukan air,” kata Alsito.
Hal serupa juga diungkapkan oleh panewu rongkop, Agung Danarto. Dua minggu lalu pihaknya telah mengajukan droping air ke pemerintah karena masih membutuhkan pasokan air bersih untuk keperluan warga.
“Droping masih berjalan, karena air di awalan masih belum bisa dimanfaatkan untuk konsumsi,” tutupnya.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized4 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
