fbpx
Connect with us

Sosial

Buka Kran Air Keluar Gas Disebut Buat Harga Layanan PDAM Lebih Mahal Dari Beli Air Tangki

Published

on

Saptosari,(pidjar.com)–Baru-baru ini, jagad dunia maya Gunungkidul ramai dengan sebuah video yang menggambarkan adanya kran air yang saat dihidupkan hanya mengeluarkan angin dan bukan air. Dalam video tersebut juga terpampang bahwa meski tak mengeluarkan air, jarum penunjuk meteran tetap berputar.

Video tersebut diunggah oleh sebuab akun facebook bernama Eko Nugrahanto pada Minggu (27/05/2018) siang kemarin. Hanya sehari saja, video tersebut telah disaksikan oleh ribuan netizen. Comment hujatan terhadap PDAM Tirta Handayani pun langsung menghiasi video itu. Sejumlah netizen dari lain wilayah bahkan juga ikut curhat mengenai situasi yang sama yang dialaminya.

Ditemui pidjar.com, Eko Nugrahanto, warga Padukuhan Ngondel Kulon, Desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari mengungkapkan bahwa situasi semacam ini bukan baru saja dialaminya. Sejak melakukan pemasangan pada 2 bulan silam, air jarang sekali mengalir. Dalam seminggu, hanya 2 kali air mengalir sedangkan sisanya hanya berupa gas saja.

"Itupun kalau mengalir hanya sedikit sekali dan tidak lama," keluh Eko, Senin (28/05/2018) siang.

Sebagai pelanggan baru, ia dikenakan biaya sebanyak Rp200.000 per 3 bulan pertama. Namun hingga lebih dari 2 bulan pertama ini, karena air jarang mengalir, air yang ia dapat diperkirakan hanya sekitar 6 meter kubik. Jumlah air sebanyak itu tentunya sangat tidak mencukupi kebutuhannya.

Eko mengaku cukup kecewa dengan pelayanan yang ia dapatkan. Ia bahkan menyebut bahwa dengan layanan semacam ini, harga air di PDAM Tirta Handayani lebih mahal daripada air tangki. Dicontohkan olehnya, harga satu tangki air di wilayahnya sebesar Rp120.000 dengan kapasitas 5000 liter.

"Ini masih paketan, entah besok kalau sudah membayar per penggunaan sedangkan yang keluar hanya gas, kayaknya habis lebih banyak lagi, padahal saat ini saya mau mandi saja susah,," ucap dia.

Tak hanya merugi secara batin dan finansial, buruknya layanan distribusi air ini juga berimbas pada berantakan rencananya untuk membuat usaha cucian mobil dan motor. Suplai air yang tersendat semacam ini tentu akan membuat usaha cucian kendaraan yang telah lama ia idam-idamkan tak bakal terlaksana.

Ia sendiri mengaku telah sejak lama melakukan komplain ke PDAM Tirta Handayani terkait macetnya suplai air tersebut. Namun hingga saat ini, keluhan yang ia ajukan tak pernah mendapatkan tindak lanjut dan suplai air tetap susah didapat.

"Karena kesal tak pernah ada perbaikan layanan itu kemudian saya videokan saja bagaimana kran cuma keluar angin dan meteran tetap berputar deras. Saya tak menyangka juga bakal viral," tambah dia.

Sementara itu, hal yang lain justru diungkapkan oleh Direktur PDAM Tirta Handayani, Isnawan Fibriyanto. Ia menyatakan bahwa selama ini ada masalah kran air hanya keluar angin yang dialami warga. Dijanjikan Isnawan bahwa segala keluhan yang ada, termasuk hal tersebut jika diadukan akan langsung mendapatkan penanganan. Ia meminta warga yang mengalami masalah itu agar segera melapor ke petugas PDAM di tingkat kecamatan atau langsung ke kantor PDAM. Nantinya petugas akan melakukan pembuktian dengan langsung mendatangi rumah warga.

"Jika memang hanya keluar angin saja bukan air, warga tidak perlu membayar layanan," tegasnya.

Hal semacam ini disebutnya bukan merupakan kerusakan. Karena memang secara teknis, sebelum keluar air, memang sebelumnya keluar angin terlebih dahulu. Pihaknya juga sudah memasang peralatan pembuang angin di setiap pipa untuk mengatasi permasalahan ini terjadi.

Adanya udara di pipa air menurutnya juga dimungkinkan terjadi jika ada pemadaman listrik yang berimbas pada pemadaman pompa. Adanya pemadaman secara mendadak berakibat ada jeda waktu yang bisa membuat angin masuk ke pipa sehingga mengakibatkan tentunya ada udara yang dikeluarkan saat masyarakat membuka kran airnya.

"Kemarin kita sudah melakukan tinjauan, tapi belum ada laporan yang masuk mengenai apakah ada kerusakan peralatan pembuang udara pada pipa tersebut," urai Isnawan

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler