Sosial
Buka Kran Air Keluar Gas Disebut Buat Harga Layanan PDAM Lebih Mahal Dari Beli Air Tangki
Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Baru-baru ini, jagad dunia maya Gunungkidul ramai dengan sebuah video yang menggambarkan adanya kran air yang saat dihidupkan hanya mengeluarkan angin dan bukan air. Dalam video tersebut juga terpampang bahwa meski tak mengeluarkan air, jarum penunjuk meteran tetap berputar.
Video tersebut diunggah oleh sebuab akun facebook bernama Eko Nugrahanto pada Minggu (27/05/2018) siang kemarin. Hanya sehari saja, video tersebut telah disaksikan oleh ribuan netizen. Comment hujatan terhadap PDAM Tirta Handayani pun langsung menghiasi video itu. Sejumlah netizen dari lain wilayah bahkan juga ikut curhat mengenai situasi yang sama yang dialaminya.
Ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com, Eko Nugrahanto, warga Padukuhan Ngondel Kulon, Desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari mengungkapkan bahwa situasi semacam ini bukan baru saja dialaminya. Sejak melakukan pemasangan pada 2 bulan silam, air jarang sekali mengalir. Dalam seminggu, hanya 2 kali air mengalir sedangkan sisanya hanya berupa gas saja.
"Itupun kalau mengalir hanya sedikit sekali dan tidak lama," keluh Eko, Senin (28/05/2018) siang.
Sebagai pelanggan baru, ia dikenakan biaya sebanyak Rp200.000 per 3 bulan pertama. Namun hingga lebih dari 2 bulan pertama ini, karena air jarang mengalir, air yang ia dapat diperkirakan hanya sekitar 6 meter kubik. Jumlah air sebanyak itu tentunya sangat tidak mencukupi kebutuhannya.

Eko mengaku cukup kecewa dengan pelayanan yang ia dapatkan. Ia bahkan menyebut bahwa dengan layanan semacam ini, harga air di PDAM Tirta Handayani lebih mahal daripada air tangki. Dicontohkan olehnya, harga satu tangki air di wilayahnya sebesar Rp120.000 dengan kapasitas 5000 liter.
"Ini masih paketan, entah besok kalau sudah membayar per penggunaan sedangkan yang keluar hanya gas, kayaknya habis lebih banyak lagi, padahal saat ini saya mau mandi saja susah,," ucap dia.
Tak hanya merugi secara batin dan finansial, buruknya layanan distribusi air ini juga berimbas pada berantakan rencananya untuk membuat usaha cucian mobil dan motor. Suplai air yang tersendat semacam ini tentu akan membuat usaha cucian kendaraan yang telah lama ia idam-idamkan tak bakal terlaksana.
Ia sendiri mengaku telah sejak lama melakukan komplain ke PDAM Tirta Handayani terkait macetnya suplai air tersebut. Namun hingga saat ini, keluhan yang ia ajukan tak pernah mendapatkan tindak lanjut dan suplai air tetap susah didapat.
"Karena kesal tak pernah ada perbaikan layanan itu kemudian saya videokan saja bagaimana kran cuma keluar angin dan meteran tetap berputar deras. Saya tak menyangka juga bakal viral," tambah dia.
Sementara itu, hal yang lain justru diungkapkan oleh Direktur PDAM Tirta Handayani, Isnawan Fibriyanto. Ia menyatakan bahwa selama ini ada masalah kran air hanya keluar angin yang dialami warga. Dijanjikan Isnawan bahwa segala keluhan yang ada, termasuk hal tersebut jika diadukan akan langsung mendapatkan penanganan. Ia meminta warga yang mengalami masalah itu agar segera melapor ke petugas PDAM di tingkat kecamatan atau langsung ke kantor PDAM. Nantinya petugas akan melakukan pembuktian dengan langsung mendatangi rumah warga.
"Jika memang hanya keluar angin saja bukan air, warga tidak perlu membayar layanan," tegasnya.
Hal semacam ini disebutnya bukan merupakan kerusakan. Karena memang secara teknis, sebelum keluar air, memang sebelumnya keluar angin terlebih dahulu. Pihaknya juga sudah memasang peralatan pembuang angin di setiap pipa untuk mengatasi permasalahan ini terjadi.
Adanya udara di pipa air menurutnya juga dimungkinkan terjadi jika ada pemadaman listrik yang berimbas pada pemadaman pompa. Adanya pemadaman secara mendadak berakibat ada jeda waktu yang bisa membuat angin masuk ke pipa sehingga mengakibatkan tentunya ada udara yang dikeluarkan saat masyarakat membuka kran airnya.
"Kemarin kita sudah melakukan tinjauan, tapi belum ada laporan yang masuk mengenai apakah ada kerusakan peralatan pembuang udara pada pipa tersebut," urai Isnawan
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized5 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
