fbpx
Connect with us

Politik

Dikabarkan Ikut Kampanye, Seorang KPPS Mengundurkan Diri

Published

on

Girisubo, (pidjar.com)–Dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh seorang dukuh sekaligus Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menjelang Pemilu 2019 sempat menghebohkan Padukuhan Ngepoh, Desa Nglindur, Kecamatan Girisubo. Pasalnya, Surami, dukuh setempat yang juga menjadi KPPS dituding warga melakukan kampanye pada saat pertemuan PKK. Atas kabar ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kemudian melakukan klarifikasi terhadap Surami. Saat ini, Surami telah mengundurkan diri sebagai KPPS di wilayahnya.

Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, Sabtu (13/04/2019) lalu terdapat pertemuan secara mendadak yang berdalih pertemuan PKK. Dalam kesempatan tersebut puluhan ibu-ibu Padukuhan Ngepoh dikumpulkan oleh Surami. Semula tak ada yang janggal dari pertemuan itu, namun di tengah-tengah acara hingga akhir ternyata disisipi kampanye politik yang diduga dilakukan oleh Surami.

“Warga masyarakat diundang untuk berkegiatan PKK seperti biasa, tapi ujung-ujungnya mendatangkan orang lalu kampanye,” tutur salah satu warga, Sujiyanta, Senin (15/04/2019).

Lanjut dia, Surami mengumpulkan warganya untuk datang sosialisasi pemilu dalam kegiatan PKK. Kemudian seruan berkampanye pun diduga dilakukan oleh dukuh perempuan tersebut. Beberapa kalimat yang terlontar Surami mengarah pada permintaan dukungan untuk pemenangan salah satu partai (Partai Kebangkitan Bangsa) dan untuk memenangkan paslon nomor 01.

Berita Lainnya  Giat Garda Pemuda NasDem Diramaikan Riuh Dukungan Terhadap Pasangan Wahyu-Suharno

“Bu, Mbah, Bude besok tanggal 17 April jangan lupa datang ke TPS, nyoblos PKB nomor 1 untuk caleg DPR RI presidene Jokowi nggeh, tak kasih contohnya kartunya kalau lupa dibawa ke TPS  diumpetin yang penting petugas KPPS tidak tahu,” imbuh Sujiyanta menirukan Surami.

Atas kejadian ini, warga pun ramai membicarakan isu yang tengah merebak dilingkungan Padukuhan Ngepoh. Bahkan warga pun juga ada yang mengambil bukti sebuah foto untuk memperkuat dugaan tersebut, sehingga paling tidak netralitas atau keterlibatan seorang dukuh dalam pesta demokrasi ini lebih dapat dipertanggung jawabkan kembali.

Sementara itu, Surami saat dikonfirmasi membantah tuduhan yang tengah ramai dibicarakan oleh khlayak. Menurutnya, ia hanya melakukan sosialisasi pemilu dan memberikan undangan untuk pemungutan suara kepada warga dalam forum PPK. Mengingat dirinya juga sebagai ketua PKK di wilayahnya. Ia mengutarakan tak ada niatan untuk berkampanye demi pemenangan salah satu partai.

Berita Lainnya  Pastikan Coret Nama Sarmidi, PAN Awasi Ketat Proses Pendaftaran Caleg KPU

“Tidak ada niatan untuk berkampanye sama sekali. Hanya pertemuan biasa saja dengan anggota PKK,” ucapnya.

Diceritakan Surami, saat kegiatan PKK berlangsung ada orang datang mengaku bernama Bowo dan bertempat tinggal di Desa Logandeng.

“Di luar sepengetahuan saya, yang jelas saya tidak mengadakan kampanye, saya tidak mengundang orang itu ke balai dusun saya, saya tidak mengenali orang itu,” jelas dia.

Menurutnya, rumor pembagian kartu kampanye untuk memilih caleg DPR RI PKB nomor 1 yang dilakukan oleh dirinya tidak benar. “Yang membagikan orang itu, ini saya juga dipanggil Panwaslu untuk melakukan klarifikasi kabar tersebut,” kata Surami.

Dihubungi terpisah, Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Sumarsono mengungkapkan jika jajarannya telah melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan. Bedasarkan hasil mediasi dengan berbagai pertimbangan, Surami telah mengundurkan diri sebagai KPPS dalam gelaran pesta demokrasi yang tinggal menghitung hari itu.

“Sudah selesai, ada klarifikasi dan yang bersangkutan telah mengundurkan diri,” paparnya.

 

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler