Pemerintahan
Dinkes Gunungkidul Sebut Kasus HIV/Aids Masih Terus Ditemukan, 111 Diantaranya Terdeteksi Perilaku LSL
Wonosari,(pidjar.com)- Masih terus ditemukannya kasus HIV/Aids mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul untuk melakukan pemetaan orang yang memiliki resiko tinggi dalam penyebarluasan penyakit yang belum ada obatnya ini. Salah satu yang mencolok dan menjadi perhatian dalam penyebaran penyakit tersebut perilaku penyuka sesama jenis.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul, Wanda Abrar mengatakan, faktor yang mempengaruhi penyakit ini pun beragam. Perilaku gonta ganti pasangan, perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) dan lain sebagainya.
“Justru mayoritas penderita penyakit ini kalau di Gunungkidul di dominasi oleh kaum laki-laki,” ucap Wanda Abrar.
Menurutnya berdasarkan hasil skrining yang dilakukan dari jumlah kumulatif kasus HIV/Aids di Gunungkidul ratusan terdeteksi akibat perilaku laki-laki seks laki-laki (LSL).
“Ada 111 kasus yang terdeteksi karena LSL ini,” terang dia.

Faktor yang sangat mepengaruhi yakni lingkungan pergaulan seseorang, teknologi dan informasi, trend di luar yang terus berkembang. Kemudian bisa juga karena adanta faktor genetik, atau bahkan trauma di masa lalu. Misalnya mereka mendapat perlakukan yang tidak pantas dari seseorang ataupun tindakan lainnya.
Dinas Kesehatan menyadari pentingnya penaganan bagi kelompok rentan itu. Untuk itu pihaknya menggandeng Puskesmas, LSM dan komponen lainnya untuk melakukan pembinaan terhadap kelompok rentan. Pembinaan dan edukasi, langkah ini sebagai upaya pencegahan yang dilakukan untuk dapat menekan penyebaran penyakit menular tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono mengatakan, kasus penyakit menular HIV/Aids di Gunungkidul tergolong masih tinggi. Berdasarkan data yang ada, total kasus sampai dengan April 2026 ini tercatat ada 805 kasus HIV dan 336 kasus Aids. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari beberapa tahun silam.
“Kalau di 2026 ini temuan kasus baru yaitu 13 orang terpapar HIV dan 5 orang terpapar Aids,” kata Ismono.
Mayoritas penderita penyakit ini adalah mereka yang masih berusia produktif. Berbagai upaya dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul melalui Puskesmas untuk skrining warga dengan resiko tinggi terpapar penyakit ini. Diantaranya dengan dilakukannya pemeriksaan rutin dan keliling di lokasi yang memiliki populasi resiko.
“VCT Mobile (Voluntary Counselling and Testing) atau layanan jemput bola dilakukan ke masyarakat umum dan lokasi-lokasi karaoke yang ada di wilayah Gunungkidul,” ucap dia.
Selain itu, petugas juga rutin melakukan pelacakan pada kasus pasien putus obat agar dapat melakukan pengobatan kembali.
“30 Puskesmas sudah dapat melakukan tes dan pengobatan HIV AIDS dengan kerahasiaan indentitas penderita yang terjaga,” tambah dia.
Ismono menambahkan, kendala yang dihadapi yakni rumor pembiayaan dari Global Fun untuk Victory Plus (pendamping sebaya) di pertengahan tahun 2026 akan diputus, sehingga tidak ada pendampingan oleh sebaya HIV dari LSM karena untuk penganggaran puskesmas baru akan dianggarkan di tahun 2027.
Dengan isu yang berkembang ini tidak menutup kemungkinan akan banyak pasien yang akan putus obat karena tidak ada pendampingan dan pemantauan. Hal ini lah yang menjadi PR bagi pemerintah dalam penanganan HIV Aids di Gunungkidul kedepannya.
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya3 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
