Sosial
Gelar Sholat Hajat, Guru PAUD Tuntut Kesejahteraan Setara Dengan Guru dan Dosen
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kecamatan Playen menggelar sholat hajat di Masjid Al Huda Kecamatan Playen, Jumat (18/01/2019) siang tadi. Bukan tanpa sebab, aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk tuntutan kesetaraan tingkat kesejahteraan para guru PAUD. Mereka menuntut agar nantinya kesejahteraan mereka bisa setara dengan guru sekolah serta dosen.
Koordinator kegiatan Sholat Hajat Himpaudi Playen, Titien Andriyani mengatakan, kegiatan ini merupakan aksi yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menurutnya merupakan tindak lanjut dari pengajuan judicial review terkait UU Guru dan Dosen.
“Dalam UU tersebut, kami guru PAUD belum masuk. Jadi kami ini adalah guru tetapi tidak dianggap sebagai guru. Kami itu mengajar serta mendidik tetapi tidak dianggap di undang-undang itu,” ucapnya, Jumat siang.
Titien menambahkan, judicial review sendiri bertujuan untuk menyetarakan status guru PAUD dengan guru dan dosen. Sebab, lantaran selama ini statusnya tidak setara berimbas pada penghasilan guru PAUD masih tergolong sangat minim.
“Kami per bulanhya hanya mendapatkan penghasilan Rp 100-200 ribu tergantung desanya karena selama ini gaji guru PAUD diambil dari Dana Desa. Tetapi kan sedikit sekali desa mengalokasikan untuk gaji guru PAUD,” ungkapnya.

Untuk hari ini, kata Titien, tidak hanya Himpaudi Kecamatan Playen saja yang melakukan Sholat Hajat, namun aksi serupa juga digelar oleh rekan seprofesi di wilayah Kecamatan Rongkop. Ia berharap dengan dilakukan judicial review terhadap undang-undang guru dan dosen dapat memberikan kesejahteraan bagi guru-guru PAUD di Indonesia.
“Peserta pada hari ini ada dua kecamatan, yaitu kecamatan Playen dan Kecamatan Rongkop. Kalau di Kecamatan Playen sendiri peserta berjumlah 150 orang yang ikut melakukan sholat hajat dan doa bersama. Untuk Kecamatan Rongkop sudah tadi pagi, kegiatan ini seluruh Indonesia dimulai dari hari Senin lalu,” ujarnya.
Sementara itu Penilik PAUD Kecamatan Playen, Suhartanta mengatakan di dalam undang-undang guru memang disebutkan yang masuk ranah guru adalah pendidikan formal dalam hal ini termasuk taman kanak-kanak (TK). Kemudian, kewajiban guru PAUD sendiri sama dengan guru formal lainnya yaitu mengajar seperti guru-guru lainnya.
“Kalau dilihat aturannya kembali TK masuk ke dalam pendidikan anak usia dini, sehingga dari rekan-rekan pendidikan non formal sama-sama ingin mengupayakan kesamaan dan kesetaraan. Tetapi kenapa sampai sekarang hasil dari mengajar jauh dari yang diharapkan. Semoga ke depan dengan ini Undang-Undang Guru dan Dosen dapat kemberikan kesetaraan kepada guru PAUD,” katanya.
-
Uncategorized3 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial4 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
