Pemerintahan
Gelontorkan APBD, Belasan Ribu BPJS Non Aktif di Gunungkidul Telah Diaktifkan Kembali
Wonosari,(pidjar.com)– Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Gunungkidul menyebut 12.000 peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sempat dinonaktifkan oleh pemerintah saat ini telah kembali aktif, sehingga dapat digunakan untuk mengakses layanan kesehatan.
Plt Sekretaris Dinsos P3A Gunungkidul, Suyono mengatakan sejak Januari 2026 lalu terdapat 56.087 kepesertaan BPJS PBI yang dinonaktifkan oleh pemerintan. Adanya kebijakan ini, para wsrga kemudian mencoba untuk mengakses layanan reaktivasi dengan membawa persyaratan yang ada.
“Sampai sat ini sudah ada 12.000 kepesertaan BPJS PBI yang telah diaktifkan. Rerata yang mengakses layanan reaktiviasi sekitar 500 orang,” ucap Suyono.
Lebih lanjut ia mengatakan, pada pengaktifan jaminan kesehatan tersebut ada 2 jenis yakni pengaktifan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Gunungkidul dengan menggunakan APBD dan ada juga yang diaktifkan oleh pemerintah pusat, karena kepesertaan jaminan kesehatan masuk ke anggaran pusat.
“Menggunakan APBD, kalau yang anggaran pusat hanya sebagian saja,” ucap Suyono.
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk aktivasi BPJS PBI ini difokuskan pada peserta dengan kondisi kesehatan berat dan membutuhkan biaya pengobatan tinggi. Seperti pasien dengan pengobatan atau penanganan rutin misalnya pasien hemodialisis (HD), jantung, dan kanker. Serta dalam kondisi darurat dan segera membutuhkan akses BPJS.
“Masih ada puluhan ribu yang statusnya dinonaktifkan oleh pemerintah. Kami berharap masyarakat aktif dalam mengecek status kepesertaannya, bisa melalui Mobile JKN,” sambungnya.
Menurutnya, untuk saat ini permohonan reaktivasi sudah cenderung landai. Pemerintah yang semula membuka 4 loket karena akses layanan yang meningkat drastis saat ini hanya membuka 3 loket saja.
“Untuk akses layanan reaktivasi bisa dilakukan di MPP saat jam kerja, dengan mrmbawa persyaratan yang telah ditentukan,” jelasnya.
Sementara itu, anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin mengimbau warga untuk tidak panik apabila BPJS nya dibekukan oleh pemerintah. Warga dapat berkoordinasi dengan kalurahan dan kemudian ke Dinas Sosial untuk permohonan aktivasi.
“Kami sudah berkoodinasi dengan Dinsos Gunungkidul maupun Pemerintah Pusat mengenai BPJS bisa diaktifkan jika memang memenuhi persyaratan,” ucapnya.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
