fbpx
Connect with us

Sosial

Gunungkidul Bisa Hasilkan Garam Kwalitas Premium

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Wilayah perairan di Kabupaten Gunungkidul memiliki kekayaan alam yang cukup luar biasa. Selain hasil tangkapan laut, Gunungkidul juga berpotensi menghasilkan garam kwalitas premium.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Khairudin mengatakan bahwa Gunungkidul sangat berpotensi menghasilkan garam kwalitas super. Hal itu dikarenakan bahan baku yang ada termasuk kwalitas baik.

"Air laut di Gunungkidul itu sudah bersih. Jadi potensi untuk menghasilkan garam dengan kwalitas premium sangat mungkin terjadi," ujar Khairudin, Rabu (03/01/2018).

Khairudin menyatakan saat ini sudah ada petani garam yang memproduksi garam dengan kwalitas premium tersebut. Kelompok petani tersebut saat ini berada di kawasan Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Bahkan bantuan ratusan juta dari Provinsi telah digelontorkan lewat APBDes.

"Dari usulan Rp 460 juta disetujui Rp 300 juta. Saat ini uang tersebut sudah diserahkan kepada pihak Petani," lanjut dia.

Berita Lainnya  Prihatin Dampak Negatif Gadget, Warga Desa Ngoro-oro Sepakat Matikan Alat Elektronik

Adapun dana tersebut, kata Khairudin, rencananya akan digunakan untuk pengadaan alat produksi garam. Sebab selama ini, petani garam di Gunungkidul masih menggunakan peralatan seadanya.

"Peralatan yang harus ada misalnya, pompa air untuk mengangkat air laut dari pantai ke daratan. Selain itu Geomembran juga dibutuhkan untuk mengganti terpal yang saat ini masih sering digunakan untuk alas penebaran air laut bahan baku garam itu," terang dia.

Namun demikian, meskipun nantinya dapat menghasilkan garam dengan harga dua kali lipat dari harga garam pada umumnya, dirinya tak bisa menjamin keberlangsungan produksi. Hal itu dikarenakan cuaca serta kondisi alam yang kurang cocok di Gunungkidul.

"Kalau di wilayah timur musim apa saja bisa produksi. Kalau musim hujan mereka pakai peneduh. Kalau di Gunungkidul kecil kemungkinannya, sebab kondisi angin yang cukuo kencang. Jadi produksi hanya ketika musim kemarau saja," pungkas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler