Pemerintahan
Gunungkidul Masih Punya 152,6 Hektare Kawasan Kumuh, Wonosari Sumbang Ratusan Hektar
Wonosari, (pidjar.com)- Persoalan kawasan kumuh masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Gunungkidul. Hingga kini, pemerintah daerah mencatat sedikitnya 152,6 hektare kawasan permukiman masih berstatus kumuh. Dari luasan tersebut, sebagian besar berada di wilayah Kapanewon Wonosari.
Data Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul menunjukkan kawasan kumuh tersebut tersebar di dua kapanewon, yakni Wonosari dan Playen.
Kepala Bidang Perumahan DPUPRKP Gunungkidul, Nur Giyanto, mengatakan total luas kawasan kumuh yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 178/KPTS/2022 mencapai sekitar 152,6 hektare.
“Total luas kawasan yang masuk kategori kumuh sekitar 152,6 hektare. Kawasan kumuh memang berada di wilayah perkotaan,” kata Nur Giyanto, Senin (29/6/2026).
Dari total tersebut, Kapanewon Wonosari menjadi wilayah dengan kawasan kumuh terluas, yakni mencapai 134,9 hektare. Kawasan itu tersebar di sejumlah kalurahan, seperti Selang, Baleharjo, dan Kepek.
Sementara itu, kawasan kumuh di Kapanewon Playen memiliki luasan sekitar 27,74 hektare yang berada di Kalurahan Logandeng dan Siyono.
Nur menjelaskan, penetapan sebuah kawasan sebagai kawasan kumuh tidak dilakukan secara sembarangan. Pemerintah melakukan identifikasi lapangan dan penilaian berdasarkan indikator yang telah diatur dalam regulasi.
Menurutnya, terdapat tujuh aspek utama yang menjadi dasar penilaian suatu kawasan, mulai dari kondisi bangunan gedung, kualitas jalan lingkungan, hingga ketersediaan infrastruktur dasar.
“Aspek yang dinilai meliputi kondisi bangunan, jalan lingkungan, layanan air minum, drainase, pengelolaan air limbah, pengelolaan sampah, hingga sistem proteksi kebakaran. Ini yang menjadi acuan untuk menetapkan status sebuah wilayah masuk kawasan kumuh atau tidak,” ujarnya.
Ia mengatakan keberadaan kawasan kumuh bukan hanya dipengaruhi kondisi bangunan yang padat. Kualitas infrastruktur dasar yang belum memadai juga menjadi faktor penting dalam penilaian pemerintah.
Meski demikian, upaya penanganan kawasan kumuh di Gunungkidul belum bisa dilakukan secara maksimal. Pemerintah daerah masih terbentur kemampuan anggaran yang terbatas sehingga penanganan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas.
“Untuk penanganan kawasan kumuh di Gunungkidul memang belum optimal karena keterbatasan anggaran,” katanya.
Selain persoalan anggaran, penanganan kawasan kumuh juga mengikuti pembagian kewenangan antarlevel pemerintahan. Kawasan dengan luas di bawah 10 hektare menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten, sedangkan kawasan seluas 10 hingga 15 hektare menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Adapun kawasan kumuh dengan luas lebih dari 15 hektare menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
“Untuk luasan di atas 15 hektare, kewenangan berada di Pemerintah Pusat,” jelasnya.
Untuk mempercepat penanganan, DPUPRKP Gunungkidul telah menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar perencanaan pembangunan kawasan kumuh. Pemerintah daerah juga membuka peluang pembiayaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Nur berharap sinergi lintas pemerintahan dan dukungan berbagai pihak dapat mempercepat peningkatan kualitas permukiman sehingga kawasan yang saat ini masih berstatus kumuh dapat berubah menjadi lingkungan yang lebih layak huni, sehat, dan berkelanjutan.
-
Uncategorized4 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya3 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized3 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial5 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
