bisnis
Harga Pakan Pabrikan Tinggi, Budidaya Maggot jadi Solusi Peternakan dan Perikanan di Gunungkidul
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly atau BSF nampaknya dalam waktu dekat akan menjadi bisnis paling menjanjikan dibidang peternakan dan perikanan. Bagaimana tidak, belatung yang tidak menyebabkan penyakit itu menjadi solusi ampuh penganti pakan pabrik. Selai harganya murah, kandungan nutrisi cukup lengkap.
Seperti diungkapkan oleh Sigit Tri Subanjarno warga Padukuhan Banaran VI, Kalurahan Banaran. Bermula dari kekesalannya mendapati harga pakan ayam yang mahal, ia memulai budidaya larva BSF. Budidaya maggot telah ia jalani sejak pertengahan tahun 2019 bersama dengan adiknya. Karena pakan untuk ternaknya sendiri sudah terpenuhi, ia mencoba memasarkan maggot ke masyarakat setempat. Tidak disangka minat pembeli sangat tinggi.
“Saat ini saya kualahan, jadi untuk satu pembeli saya batasi jumlahnya” ujar Sigit, Jumat (04/12/2020).
Dalam sehari ia dapat menjual sebanyak 20kg-30kg Maggot usia tujuh hari. Dimana pada usia itu Maggot sedang aktif dan membutuhkan banyak makan. Semua proses hidup lalat BSF dapat dimanfaatkan dengan baik. Bahkan yang sudah mati pun dapat digunakan untuk pakan ternak. Lalat BSF merupakan lalat paling higienis karena tidak memiliki mulut. Lalat hanya hidup untuk bereproduksi, setelah itu lalat jantan dan betina akan mati.
Mematok harga setengah dari harga pakan pabrik, Sigit banjir pembeli. Baik telur untuk dibudidayakan oleh pembeli, larva untuk pakan dan pengurai sampah, hingga lalat yang sudah mati.

“Gak melayani luar daerah dulu karna memang gak cukup barangnya” ungkap Sigit.
“Tapi untuk masyarakat Gunungkidul yang mau belajar budidaya, silahkan datang belajar. Kami tuntun sampai bisa. Untuk pasar kami yang sediakan” ajaknya.
Oleh pemerintah daerah, masyarakat sudah dianjurkan untuk ikut mengembangkan budidaya maggot ini. Terutama Dinas Lingkungan Hidup yang menggencarkan program pengolahan sampah organik rumah tangga. Untuk itu kini Sigit akan mengembangkan program “Buang sampah dapat rupiah”.
“Nanti saya akan ngajak tetangga dulu. Mereka hanya sediakan wadah sampah, kita yang taruh benih maggotnya. Ketika sudah siap panen kita bagi hasil dengan pemilik rumah” terangnya.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa3 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
