Pemerintahan
Hasil Panen Ubi Kayu di Gunungkidul Melimpah
Karangmojo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul optimis pada musim kemarau tahun ini produksi ubi kayu menyentuh 900 ribu ton. Optimisme ini dilihat dari hasil panen ubi kayu yang ada di Gunungkidul.
Di Kelompok Tani Ngudi Rejeki Padukuhan Jetis Kalurahan Karangmojo Kapanewon Karangmojo. Beberapa waktu yang lalu, hasil uni kayu mencapai 26,2 ton per hektar.
“Luas lahan di Jetis meliputi sawah tadah hujan 6 hektare dan lahan kering 30 hektare dengan pola tanam selang seling,” ucap Ketua Poktan Ngudi Rejeki, Zon Kelvian, Sabtu (22/08/2020).
Adapun pola selang seling yang ia maksud yakni dua kali padi dan sekali palawija di lahan sawah. Kemudian tanam padi, dan dua kali palawija di lahan kering.
“Hasilnya cukup maksimal ya terlihat 786 ton di lahan kering,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah melakukan safari ubinan panen ubi kayu tumpangsari palawija di beberapa kapanewon. Hasilnya sangat menggembirakan.
“Rata rata produksi yang dihasilkan meningkat dibanding tahun lalu,” ujar Bambang.
Ia memberi contoh, di Kelompok Tani Ngudi Tani, Pendem, sumberejo, Semin. Ia menyebut, produktifitas ubi kayu Klentheng mencapai 27,6 ton per hektare. Sedangkan ubi kayu Mandarin mencapai 24,8 ton per hektare.
“Selanjutnya di poktan Sedyo Maju dusun Nangsri Lor, Candirejo Semanu panen ubi kayu varitas Gajah dengan profitas didapat 37 ton per hektare,” imbuh Bambang.
Kemudian, di kelompok tani Ngudi Makmur Keruk III, Banjarejo Banjarejo, Tanjungsari berhasil memanen ubi kayu varitas lokal Gatotkaca dengan profitas 43,6 ton hektar. Sementara ubi kayu Malang 6 dengan profitas 28,1 ton per hektar, ubi kayu Dworowati profitas 38,4 ton per hektar. Serta di poktan Lestari Makmur, Kotekan, Purwadadi Tepus ubi kayu Dworowati menghasilkan profitas 26,08 ton per hektare dan ubi kayu Pandesi dengan profitas 28,48 ton per hektar.
“Dengan hasil ubinan di beberapa kapanewon di atas 20 ton per hektar ubi basah, kami optimis dengan luas panen sekitar 456.816 hektar akan dicapai produksi ubi kayu Gunungkidul menyentuh 900.000 ton ubi kayu basah, bahkan mungkin bisa mencapai 1 juta ton seperti di tahun 2016,” tandas Bambang.
-
Uncategorized20 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan3 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
