fbpx
Connect with us

Kriminal

Iming-imingi Belikan Barang, Ayah Setubuhi Anak Tirinya Hingga Hamil

Diterbitkan

pada

Semin,(pidjar.com)–Unit Reskrim Polsek Semin meringkus Sad (56) warga Kecamatan Semin pada Rabu (06/03/2019) lalu. Ia ditangkap pihak kepolisian lantaran diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap Kembang (17), bukan nama sebenarnya, yang merupakan anak tirinya. Bahkan akibat dari perbuatannya, Kembang sendiri saat ini diketahui tengah mengandung anak yang diduga kuat merupakan anak Sad.

Kapolsek Semin AKP Haryanta mengatakan, terungkapnya kasus tersebut bermula ketika I mengeluhkan sakit pada perutnya sejak beberapa minggu terakhir. Hal tersebut membuat ibu dari I merasa khawatir dengan kondisi tersebut.

“Ibu korban lalu mendapat kabar dari saksi berinisal S kalau anaknya positif hamil,” ungkap Haryanta, Senin (11/03/2019).

Mendengar informasi tersebut, ibu korban kemudian mendesak anaknya untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi termasuk dari ayah dari anak yang dikandungnya. Setelah didesak, Kembang kemudian mengaku bahwa sudah sejak Desember 2018 tidak menstruasi.

Ibu korban lantas mendapatkan pengakuan yang cukup mengagetkan. Bagaimana tidak, Kembang mengaku bahwa apa yang terjadi kepadanya tersebut merupakan akibat perbuatan bejat sang ayah tiri.

“Berang dengan apa yang didengar itu, ibu korban langsung melaporkannya ke Polsek Semin,” ungkap Haryanta.

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Semin kemudian melakukan penangkapan terhadap Sad. Saat ditangkap, Sad tidak memberikan perlawanan berarti terhadap petugas. Ia hanya bisa pasrah saat digelandang ke Mapolsek Semin.

“Pelaku kita tangkap di rumahnya tanpa perlawanan,” sambung Kanit Reskrim Polsek Semin, Ipda Mahmed Ali Bahonar.

Mahmed yang melakukan pemeriksaan terhadap Sad mengatakan bahwa dalam melancarkan aksinya, Sad mengiming-imingi korban untuk dibelikan barang agar Kembang mau menuruti permintaannya. Lantaran takut, Kembang pun terpaksa harus melayani nafsu bejad dari ayah tirinya.

Berita Lainnya  2 Kali Beraksi di Gunungkidul, 7 Anggota Kawanan Pencuri Truk Dibekuk Polisi

“Sebelum menyetubuhi korban, pelaku menjanjikan akan membelikan sepatu dan jaket kepada korban. Keterangan sementara, Sad nekat menyetubuhi akan tirinya itu lantaran tergoda dengan kemolekan tubuh korban,” ungkap Mahmed.

Terkait dengan berapa kali aksi tersebut berlangsung, Mahmed masih belum bisa berbicara banyak. Saat ini pihaknya masih terus melakukan penyidikan terhadap pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu terkait kasus pencabulan ini.

“Pelaku akan kami jerat dengan Pasal 81 dan 82 UURI No 35 Tahun 2014 perubahan atas UURI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” tegas Mahmed.

Marak Kasus Pencabulan di Gunungkidul, Sejumlah Pihak akan Gencarkan Sosialisasi

Banyaknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Gunungkidul membuat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul merasa perlu mengambil langkah serius. Ke depan, DP3AKBPMD akan melakukan sosialiasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi kasus serupa kembali terjadi. Sosialisasi sendiri tidak akan hanya dilakukan terhadap anak saja, namun akan banyak kepada orang tua dan masyarakat luas.

“Tidak hanya korban saja, sebab saat ini banyak terjadi kasus kekerasan seksual yang justru dilakukan oleh orang terdekat,” ujar Kasi Perlindungan Anak DP3 AKBPMD, Tommy Darlinanto.

Tommy menyebut, kasus kekerasan terhadap anak setiap tahunnya sudah mengalami penurunan. Akan tetapi, saat ini diakuinya bahwa kasus kekerasan seksual cukup sering terjadi.

“Terakhir kita melakukan pendampingan kepada korban pencabulan oleh ayah tirinya di wilayah Semin sampai korban hamil itu. Untuk rekap kasus belum kita ketahui karena biasanya dapat dilihat pada akhir tahun,” kata dia.

Tommy menambahkan, kasus semacam ini bisa terjadi lantaran adanya pola salah asuh dari orang tua. Para anak yang menjadi korban, menurut Tommy kebanyakan karena kurang perhatian dari kedua orang tuanya.

Berita Lainnya  Gasak Pompa di Proyek Pembangunan Pasar Legundi, Pekerja Proyek Dibekuk Polisi

“Jadi saat ini yang terjadi hanyalah orang tua memberikan materi saja. Padahal itu belum cukup, kedekatan dalam keluarga itu sangat perlu karena anak anak usia SD, SMP dan SMA itu perlu diajak ngobrol. Saat ini orang tua kerja semua itu masih kurang,” kata dia.

Tidak adanya kedekatan di tengah keluarga, menurut Tommy semakin memperparah kondisi anak yang menjadi korban kekerasan. Sebab selama ini, anak diketahui menjadi korban setelah mereka mengalami sakit dalam tanda kutip yang cukup parah.

“Anak yang menjadi korban baru ketahuan itu setelah misalnya hamil, stress atau bahkan ada yang depresi berat. Jadi perlunya pendekatan itu untuk mengetahui apa masalah yang terjadi sehingga langkah antisipasi dapat diketahui,” beber dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya mengatakan maraknya kasus kekerasan terhadap anak di Gunungkidul menjadi perhatian pihaknya. Dalam waktu dekat ini Satreskrim akan menghimbau kepada para Polwan yang berada di polsek untuk aktif terjun ke tengah masyarakat.

“Teknisnya nanti kita lihat dulu, tapi kita akan menrjunkan polwan ke masyarakat untamanya sekolah-sekolah untuk memberikan wawasan kepada anak-anak agar tidak menjadi korban,” pungkas Riko.

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler