fbpx
Connect with us

Sosial

Cerita Siswanto yang Tertimpa Reruntuhan Rumah Saat Puting Beliung Terjang Kedungranti

Published

on

Nglipar,(pidjar.com)—Angin kencang (puting beliung) yang terjadi pada Kamis (06/11/2020) kemarin memporak porandakan Padukuhan Kedungranti, Kalurahan Nglipar, Kapanewon Nglipar. Sebanyak 50 rumah di satu padukuhan terdampak akibat bencana tersebut. Satu rumah warga bahkan roboh dan rata dengan tanah, bahkan pemilik rumah tersebut juga sempat tertimpa reruntuhan material rumah yang roboh.

Kamis sore kemarin, sekitar pukul 15.30 WIB Siswanto (pemilik rumah)  tengah beraktifvitas di kandang belakang rumahnya. Tiba-tiba kondisi di sekitar rumahnya berubah total, terdengar suara gemuruh angin yang tidak pada umumnya. Mulanya ia tidak begitu curiga dan tetap melanjutkan aktivitasnya. Angin kencang itu tiba-tiba menyapu rumah-rumah warga. Begitu pula dengan bangunan rumahnya, kejadiannya sendiri begitu cepat.

Seketika itu rumah yang ia gunakan untuk menyimpan seperangkat gamelan jawa runtuh rata dengan tanah. Ia yang berada di kandang belakang justru tertimpa blandar rumah yang roboh tersebut. Tepat di tengkuk (leher belakang) blandar menimpanya dan ia terjatuh.

“Saya pas makani kambing di kandang (member makan kambing di kandang). Mboten saget mlayu, ngertos-ngertos blandare nibani gulu mburi (tidak bisa lari, tahu-tahu kayu blandar sudah menimpa leher belakang,” ucap Siswanto.

Beruntung lansia tersebut kemudian bisa lepas dari kayu yang menimpanya. Akan tetapi kaki kanannya bengkak dan kemudian mendapatkan penanganan medis.

“Anak dan istri saya pas kejadian di dalam rumah kemudian bisa lari keluar menyelamatkan diri. Kalau sekarang dibantu untuk kerjabakti dan dibangun ulang rumahnya,” sambung dia.

“Kalau pas kejadian mboten jawah (tidak hujan). Tapi setelahnya jawah (hujan) sebentar,” papar dia.

Jumat (06/11/2020) siang tadi, warga setempat dan  relawan dari anggota kepolisian, TNI, Tagana, BPBD, dan relawan dari berbagai instansi maupun partai politik melakukan kerjabakti massal. Bahkan bencana ini juga mendapat perhatian dari anggota DPR RI dapil DIY yaitu, Gandung Pardiman. Politisi asal partai Golkar ini menyempatkan diri untuk menengok kondisi masyarakat di Kedungranti.

Pantauan pidjar.com di lokasi, ratusan relawan dan warga sejak pagi disibukkan dengan aktivitas kerja bakti di rumah-rumah warga. Mereka saling membantu membersihkan puing-puing rumah yang berterbangan dan rusak akibat angin kencang pada kamis sore kemari.

Dukuh Kedungranti, Tukiyarno mengatakan ada 1 bangunan rumah milik warganya yang ambruk akibat puting beliung. Kemudian 2 rumah mengalami kerusakan sedang, dan 47 unit rumah mengalami kerusakan ringan. Mayoritas rumah mengalami kerusakan di bagian atap.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya bangunan rumah warga yang rusak dan pohon-pohon yang tumbang akibat angin kencang kemarin sore,” terang Tukiyarno, Jumat siang  saat ditemui.

Berdasarkan hitungan awal yang dilakukan oleh pemerintah kalurahan, pemerintah kapanewon dan sejumlah tokoh, untuk bangunan rumah yang rusak ringan diperkirakan mengalami kerugian 4 sampai 5 juta per rumahnya. Kemudian untuk yang rusak parah dan ambruk mencapai puluhan juta.

“Beruntung setelah kejadian kami mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, relawan dan sejumlah tokoh, tentu sangat berterimakasih. Sehingga beban masyarakat disokong dan jauh lebih ringan,” jelasnya.

Pemulihan kondisi masyarakat sendiri tentunya membutuhkan waktu. Mengingat  untuk kerja bakti dan melakukan perbaikan bangunan tidaklah instan. Sejumlah relawan disiagakan.

“Ada satu orang yang tertimpa reruntuhan rumah roboh. Alhamdulillah kondisinya sekarang baik, sudah mendapatkan penanganan medis dan tidak ada luka serius,” imbuhnya.

Anggota DPR RI Sambangi Lokasi Bencana

Anggota DPR RI, Gandung Pardiman mengatakan, dirinya tengah ada kegiatan di Gunungkidul dan mendapatkan laporan mengenai adanya bencana angin kencang. Pagi tadi ada 100 personil dari GPC dan AMPI yang diterjunkan untuk terlibat dalam kerjabakti masal. Selain itu juga memberikan bantuan permakanan dan lainnya untuk keperluan masyarakat terdampak angin kencang.

“Jadi ini kebetulan kemarin ada kegiatan terus dapat laporan, karena masyarakat sini adalah bagian dari keluarga (paseduluran) maka saya sempatkan untuk menengok kondisinya bagaimana,” jelas Gandung.

Ia mengingatkan kepada masyarakat umum di seluruh wilayah Gunungkidul untuk waspada akan cuaca saat ini. pasalnya berdasarkan prediksi BMKG ada La Nina untuk itu kesiap siagaan dalam penanganan bencana juga harus lebih ditingkatkan kembali.

“Selain masyarakat nanti relawan AMPI, GPC,dan relawan yang kami miliki akan kami siagakan untuk kebencanaan. Nanti jika sewaktu-waktu dibutuhkan bisa langsung memberikan bantuan. Nanti juga akan kami didik lebih lagi agar semakin cekatan,” pungkas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler