fbpx
Connect with us

Pariwisata

Jalur Tikus Kawasan Pantai, Mulai Disasar Petugas Hingga Wisatawan Nekat Yang Apes

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Kawasan wisata Gunungkidul hingga saat ini terus diserbu oleh wisatawan. Terutama pada akhir pekan, ribuan kendaraan berjejalan hendak menuju pantai. Puluhan petugas pun disebar untuk menghalau para wisatawan masuk ke kawasan pantai selatan yang masih ditutup tersebut.

Tak hanya itu, pemerintah mulai menggelar operasi dan penjagaan di sejumlah jalur tikus menuju wisata pantai. Hal ini lantaran, cukup banyak wisatawan yang menggunakan jalur ini dan bisa lolos menuju kawasan pantai. Tak hanya itu, polisi juga menggelar razia di jalur-jalur wisata. Kendaraan plat luar kota yang melintas di jalur wisata, akan ditanyai tujuannya. Jika akan menuju pantai, mereka kemudian diminta untuk putar balik.

Di tengah penjagaan yang cukup ketat tersebut. Masih banyak wisatawan yang berusaha untuk menembusnya. Salah satunya adalah Bayu Kuncoro. Pada Sabtu (04/09/2021) kemarin, ia berusaha melalui jalur tikus untuk bisa mencapai pantai. Namun bukannya berhasil, ia justru tertimpa apes. Velg bannya pecah saat dalam perjalanan di jalan tikus menuju pantai selatan. Kondisi jalan di jalur tikus memang masih berbatu.

“Saya kan kerja di luar daerah, nggak tau kalau pantai tutup. Saya sampai disini tadi jam 9,” ujarnya, Minggu siang.

Sebelumnya ia melihat di google maps dimana lokasi pantai masih tertulis dibuka untuk umum. Ia kemudian menunggu di pos berharap segera dibuka. Namun ternyata ia diingatkan petugas bahwa pantai masih ditutup untuk wisatawan.

“Kemudian saya cari jalan tikus, eh kok malah meletus bannya,” terang Bayu.

Sementara itu, Koordinator SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron Gunungkidul, Marjono menceritakan, Minggu pagi tadi, tim gabungan Dalwas Gakkum melakukan razia jalur tikus yang seringkali dilewati wisatawan yang hendak nekat ke pantai. Namun demikian, ia enggan menyebut persis berapa jumlah wisatawan yang berhasil dihalau.

“Pagi tadi petugas gabungan melalukan penghalauan di lokasi jalur tikus,” terang Marjono.

Marjono menerangkan, beberapa hari belakangan ini memang cukup banyak wisatawan yang berhasil nekat masuk ke pantai. Namun jika petugas mendapati kemudian diberikan edukasi dan meminta mereka untuk meninggalkan kawasan pantai.

“Memang ada yang nekat dan langsung kami tegur. Tapi untuk hari ini semua pantai nihil pengunjung,” kata dia.

Kepala Bidang Penegakkan Perda Satuan Polisi Pamong Praja Gunungkidul, Sugito menambahkan, dalam penjagaan di situasi PPKM Level 4, disesuaikan dengan jenis pelanggaran. Hal itu dikarenakan jumlah personil yang terbatas.

“Tim pengendalian, pengawasan dan penegakkan hukum yang turun ke lapangan sebanyak 40 personil,” ujar Sugito.

Sugito menambahkan, dari jumlah tersebut sudah dibagi-bagi dalam kegiatan pengawasan dan juga edukasi. Sehingga sejauh ini, pihaknya masih melakukan penjagaan di pintu masuk wisata saja.

“Untuk yang kawasan pantai di akhir Agustus lalu kami melakukan operasi di sejumlah pantai dan melakukan edukasi wisatawan yang nekat masuk,” jelasnya.

Sugito menjelaskan, selama penerapan PPKM Darurat hingga Level 4 ini, banyak yang sudah dilakukan. Sehingga penanganannya disesuaikan dengan jadwal dan dipilih yang paling mendesak.

“Kita juga terus melakukan penyisiran dari Tepus sampai dengan Saptosari,” kata dia.

Sementara itu, Koordinator Pos Baron Utama, Supardi menerangkan, pada hari Sabtu kemarin ada 1.000 kendaraan baik sepeda motor dan juga mobil yang dihalau petugas. Sedangkan pada Minggu ini ada sekitar 2.000 kendaraan yang dihalau petugas.

“Kami melakukan penjagaan di pintu pos retribusi dan melakukan penghalauan selama 24 jam,” tandasnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler