Pemerintahan
Jelang Idul Adha, Petugas Perketat Pengawasan Kesehatan Ternak Dipasaran
Wonosari,(pidjar.com)- Menjelang Idul Adha 2026, Dinas Pertanian dan Pangan bersama dengan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul mulai mempeeketat pemantauan lalu lintas dan kesehatan ternak di Gunungkidul. Langkah ini dimaksudkan sebagai upaya antisipasi adanya ternak dalam kondisi sakit yang justru diperjualbelikan oleh pedagang di momen Idul Adha mengingat Gunungkidul merupakan gudangnya ternak di DIY.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Suyanto mengatakan, Bumi Handayani selama ini dikenal sebagai gudangnya ternak, dimana daerah ini selalu mensuplai kebutuhan ternak di berbagai daerah baik di DIY maupun luar kota. Menjelang Idul Adha ini, pemerintah telah melakukan pendataan ternak.
Populasi ternak di Gunungkidul meliputi 139.191 ekor sapi dan 207.167 ekor kambing. Mayoritas ternak adalah siap jual untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban.
“Ada yang untuk mencukupi kebutuhan di lokal Gunungkidul kemudian ke Bantul, Sleman, Klaten, Solo, Pemalang dan Kuningan, Jawa Barat,” kata Suyanto.
Beberapa pekan terakhir, menjelang Idul Adha bidang peternakan berkolaborasi dengan bidang kesehatan hewan dan bidang pengelolaan pasar Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja mulai mengintensifkan pemantauan dan pemeriksaan hewan ternak utamanya pada kesehatan ternak. Tenaga medis hewan dipersiapkan di masing-masing pasar hewan.

“Cek kesehatan pada ternak selalu diwajibkan untuk mengetahui kondisi hewan apakah terpapar penyakit atau tidak. Jangan sampai ada ternak yang sakit justru diperjualbelikan. Sejauh ini, belum ada temuan ternak sakit uang masuk ke pasar dan diperjualbelikan,” tambahnya.
Menurutnya saat ini, peningkatan lalu lintas ternak di pasar hewan sudah mulai terjadi. Di setiap momen pasaran ternak yang keluar masuk jumlahnya terus meningkat.
Adapun untuk ternak yang hendak dikirim ke luar daerah wajib mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Pihaknya juga mengimbau kepada peternak untuk memberikan asupan nutrisi yang baik, menjaga kesehatan ternak dan memberikan vaksin antisipasi penyakit menular.
“Kemudian untuk pedagang agar memberikan harga yang wajar bagi peternak maupun konsumen atau pembeli, serta jujur mengenai kondisi ternak dalam kondisi sehat atau sakit,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Wasana mengatakan, aktivitas di pasar hewan di Gunungkidul sudah muali ramai kembali. Dicontohkan Rabu Wage kemarin, hewan ternak yang masuk diantaranya hewan besar (sapi) sekitar 800 ekor, dan hewan kecil (kambing) sekitar 700 lebih.
Selain itu, harga ternak juga sudah mengalami kenaikan. Diantaranya 10 persen untuk harga sapi kurban rerata diharga Rp 20 juta lebih tergantung ukuran sapi. Kemudian harga kambing yang semula sempat anjlok saat ini berangsur naik mrski belum begitu signifikan. Kenaikan hanya berkisar di 5 persen dengan rata-rata harga Rp 2,5 juta sampai dengan Rp 3,5 juta untuk kambing kurban.
“Diperkirakan juga masih akan mengalami peningkatan aktivitas maupun kenaikan harga,” tutupnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized2 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
