Pemerintahan
Kabupaten Gunungkidul Tetapkan Siaga Darurat Bencana Kekeringan
Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan yang berlaku mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026. Penetapan status tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang biasa terjadi saat musim kemarau.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Purwono mengatakan, penetapan status siaga darurat bencana ini dilakukan sebagai penanganan dampak kemarau serta potensi yang dapat terjadi ke depannya.
Sebagai tindak lanjut dari penetapan status siaga darurat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mengurangi dampak kekeringan yang berpotensi dialami masyarakat di sejumlah wilayah.
“Yang pertama, kami lakukan pemetaan daerah-daerah yang memiliki kerawanan tinggi terhadap kekeringan. Pemetaan ini bertujuan untuk mengetahui wilayah yang berpotensi mengalami kesulitan air bersih sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran,” kata Purwono, Rabu, (17/06/2026).
Kemudian, BPBD juga akan menggelar apel siaga kekeringan sebagai bentuk kesiapsiagaan seluruh unsur terkait dalam menghadapi musim kemarau tahun ini. Apel siaga tersebut akan melibatkan berbagai pihak yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana kekeringan.

Selain itu, BPBD juga menyiapkan peralatan serta personel yang sewaktu-waktu dapat diterjunkan untuk melaksanakan distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat apabila diperlukan.
“Untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal apabila terjadi krisis air bersih,” kata dia.
Disinggung mengenai laporan wilayah terdampak kekeringan pada awal kemarau ini, Purwono mengatakan jika hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dan permohonan bantuan distribusi air bersih dari kalurahan maupun kapanewon.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winata mengatakan, dalam penanganan kekeringan khususnya droping air, pihaknya menyiapkan anggaran senilai sebesar Rp 500 juta untuk droping air. Anggaran tersebut mampu mencukupi kebutuhan air bersih sebanyak 1.500 tangki.
Dalam proses pendistribusiannya ke depan, Edy mengatakan bahwa program droping air dari BPBD hanya akan mengcover 6 kapanewon yang tidak memiliki anggaran mandiri. Kemudian nantinya jika 12 kapanewon yang memiliki anggaran mandiri semuanya telah terpakai baru bisa mengakses droping air dari BPBD.
“Kalau di kapanewon sudah tidak mencukupi sedangkan permintaan (droping) masih tinggi maka nanti dari BPBD melakukan pendistribusian air baku ke masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, beberapa kapanewon di Gunungkidul saat ini telah memiliki anggaran sendiri untuk droping air diantaranya Kapanewon Patuk, Gedangsari, Purwosari, Panggang, Paliyan, Tanjungsari, Tepus, Girisubo, Rongkop, Semanu, Ponjong, dan Nglipar. Sedangkan yang tidak memiliki anggaran untuk pemenuhan air bersih yakni kapanewon Wonosari, Semin, Ngawen, Playen, Saptosari, Karangmojo.
“Untuk nominal anggaran masing-masing kapanewon tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan,” kata dia.
Terpisah, Panewu Purwosari, Subiyantoro mengatakan di wilayahnya ada 2 kalurahan yang saat ini mulai mengalami kesulitan air bersih sehingga warga harus membeli air tangki. Yakni kalurahan Giripurwo dan Giricahyo. Maka dari itu kapanewon menganggarkan untuk droping air.
“Kalau di Purwosari yang terlayani PDAM baru sedikit. Mayoritas SPAMDes yaitu di Girijati, Giriasih, Giritirto dan sebagian Giricahyo. Tapi di musim kemarau ini droping air dari kapanewon tetap dilakukan. Sebab di Giriscahyo dan Giripurwo ini sudah mulai kesulitan air bersih,” jelasnya.
“Juli baru mulai droping air,” ucap Subiyantoro.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized1 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
