fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Kejaksaan Selidiki Dugaan Kasus Benih Jagung, Ada Keterlibatan Pejabat?

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Program pembibitan jagung yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa (DD) bekerjasama dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Agro Makmur belakangan ini memang tengah menjadi perhatian. Selain monitoring dan evaluasi dari pihak DD, Kejaksaan Negeri Gunungkidul juga mulai turun tangan untuk mengumpulkan informasi dan proses klarifikasi atas jalannya program tersebut di lapangan.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Herman Hidayat mengungkapkan pihaknya telah menindaklanjuti informasi yang masuk berkaitan dengan program pembibitan jagung yang saat ini tengah menjadi polemik di lapangan. Adapun Kejaksaan pemanggilan kepada sejumlah untuk memberikan klarifikasi jalannya program dari DD dengan anggaran 2,8 miliar tersebut.

“Baru minggu kemarin tepatnya hari Selasa kamarin kami lakukan klarifikasi dulu,” papar Herman Hidayat saat ditemui.

Ia menjelaskan, pada tahap awal ini tim rencananya meminta klarifikasi dari pihak KUB terlebih dahulu. Mulai dari anggota dan para pengurus telah dimintai keterangan berkaitan dengan program tersebut.

“Pada intinya semua yang mengetahui mengenai program pembibitan jagung dari program Dompet Dhuafa akan kami mintai klarifikasi. Untuk sekarang ya KUB baru kemudian ke DD,” jelasnya dia.

Berita Lainnya  Jumlah Ternak Mati Mendadak Diklaim Telah Menurun, Pemerintah Mulai Bangkitkan Kembali Sektor Peternakan

“Ya masih proses memintai keterangan dulu, termasuk ke sekretaris dan ketuanya. Akan kami jadwalkan ulang karena ada beberapa yang belum bisa dimintai keterangan,” paparnya.

Menurut Herman, proses meminta keterangan ini masih panjang. Pihaknya pun juga masih mempelajari atas permasalahan yang tengah mencuat ini.

“Proses masih panjang karena ini masih tahap awal. Setelah semuanya memberi keterangan baru bisa kami pelajari ada tidaknya unsur-unsur penyimpangan,” tandas dia.

Nama Wakil Bupati Gunungkidul dan salah ASN pun turut muncul dalam permasalahan ini. Sebab terdapat salah satu ASN di lingkup pemerintah Gunungkidul yang ikut dalam pelaksanaan program dari yayasan itu.

“Kita belum bisa ambil kesimpulan terkait itu karena masih berproses permintaan keterangan,” tegas Herman.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Sendy Pradana Putra. Berkaitan dengan pemanggilan untuk klarifikasi atas program pembenihan telah dilakukan pada Selasa (17/10/2023) kemarin. Mulai dari Ketua, Sekretaris dan anggota KUB akan dimintai keterangan dan klarifikasi

Berita Lainnya  Hampir 3 Pekan Penerapan PPKM Darurat, Kasus Covid19 di Gunungkidul Masih Fluktuatif

“Hasil klarifikasi kalo ada unsur pidananya, khusus nya mengarah ke tipikor baru nanti naik penyidikan. Untuk sekarang masih panjang alurnya,” terang Sendy.

Desas desus mengenai permasalahan pada pelaksaaan program pembibitan jagung di KUB Agro Makmur yang berada di Kalurahan Karangasem memang mencuat sejak beberapa waktu lalu. Disinyalir dalam pelaksanaan dan penggunaan anggaran tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Adapun saat ini DD juga tengah melakukan evaluasi dan monitoring di lapangan. Pencermatan butir-butir perjanjian antara DD dengan pihak KUB yang diketuai oleh BGN anak petinggi di Gunungkidul pun juga tengah dilakukan.

“Saat ini masih kami lakukan monitoring berkaitan dengan program ini, berjalan atau tidaknya. Sebab dana yang digunakan untuk program pembibitan jagung tersebut adalah dana zakat yang harus dimanfaatkan oleh masyarakat,” papar Direktur Komunikasi, Informasi dan Teknologi Dompet Dhuafa, Prima Hadi Putra, saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Berita Lainnya  Panen Melimpah, Mangga Malam Petani Gunungkidul Dihargai Murah

“Untuk saat ini program tersebut masih kami evaluasi dan akan berakhir pada April 2024 mendatang. Kami mohon informasi dari masyarakat berkaitan dengan program ini, bila ada yang memang kurang tepat atau ada hal-hal lain mohon disampaikan ke DD agar menjadi bahan pertimbangan kembali,” jelasnya.

Disinggung mengenai komunikasi yang dijalin dengan BGN anak pejabat di lingkup Pemkab Gunungkidul, Prima mengungkapkan jika saat ini komunikasi dengan anak wakil bupati tersebut seolah pasang dan surut

“Kalau untuk komunikasi dengan ketua (BGN) memang pasang surut ada tantangan tersendiri, tapi kapi tetap berprasangka baik. Komunikasi tidak hanya lisan tapi juga secara surat menyurat agar ada rekam jejaknya. Pada intinya kami akan terus berupaya untuk komunikasi,” tandasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler