fbpx
Connect with us

Sosial

Kesal dengan Tuduhan Penghadangan Ambulance, Relawan Desa Banaran Bubarkan Diri

Diterbitkan

pada tanggal

Playen,(pidjar.com)–Relawan Penanggulangan Covid-19 Desa Banaran, Kecamatan Playen membubarkan diri, Selasa (26/05/2020) pagi. Hal tersebut merupakan buntut dari adanya polemik rute ambulance relawan Covid-19 yang keluar masuk ke tempat isolasi di Hutan Wanagama.

Relawan merasa kecewa karena telah dituduh mengadang ambulance oleh petugas PMI dan relawan dari unsur lainnya. Mereka beranggapan bahwa akibat pemberitaan tersebut, nama relawan desa tercoreng dan mendapat pandangan buruk dari masyarakat luar desa.

“Kami secara sepihak dituduh menghadang ambulance. Padahal kami sekedar menanyakan soal kesepakatan awal bahwa ambulan tidak melewati jalan raya di desa kami untuk menuju Wanagama,” kata Koordinator Relawan Desa Banaran, Sudadi.

Lebih lanjut dikatakan, pada kesepakatan awal antara relawan desa dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kabupaten bahwa rute ambulan masuk ke Wanagama melalui jalur Bunder. Tepatnya masuk ke kiri persis di sebelah barat rest area Hutan Bunder melalui jalur hutan.

“Kesepakatan awalnya sebenarnya seperti itu (lewat Bunder),” kata dia.

Dengan pernyataan sepihak yang menyebut adanya aksi penghadangan kepada relawan pengantar pasien reaktif Covid-19 itu dianggap melukai hati para relawan desa. Sebab selama ini mereka telah merelakan waktu tenaga dan pikirannya untuk penanganan covid 19, setiap harinya dilakukan penjagaan di ruas jalan Banaran guna melakukan penyemprotan dan pengecekan kendaraan yang keluar masuk.

“Saya tegaskan bahwa relawan desa tidak menghadang, namun hanya menanyakan soal kesepakatan awal,” tandas dia.

“Kami juga bekerja demi kemanusiaan. Nama kami dicemarkan dengan pernyataan ‘menghadang’ tersebut,” kesal Sudadi.

Buntut dari pembubaran diri tersebut juga dibarengi dengan aksi pembongkaran posko oleh relawan. Sedikitnya ada 3 posko yang dibongkar dengan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sementara itu, Sekretaris desa Banaran, Andi Setiawan mengatakan bahwa saat ini tengah dilangsungkan audensi dengan Camat Playen. Ia menyebut apa yang dilakukan para relawan ini memang karena kesal hati disebut menghadang.

“Sebenarnya relawan ini juga banyak berbuat, kita sayangkan mereka bubar. Semoga ada solusi. Karena ini karena mereka kesal disebut menghadang padahal hanya menghimbau saja,” kata dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler