Sosial
Kesal dengan Tuduhan Penghadangan Ambulance, Relawan Desa Banaran Bubarkan Diri
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Relawan Penanggulangan Covid-19 Desa Banaran, Kecamatan Playen membubarkan diri, Selasa (26/05/2020) pagi. Hal tersebut merupakan buntut dari adanya polemik rute ambulance relawan Covid-19 yang keluar masuk ke tempat isolasi di Hutan Wanagama.
Relawan merasa kecewa karena telah dituduh mengadang ambulance oleh petugas PMI dan relawan dari unsur lainnya. Mereka beranggapan bahwa akibat pemberitaan tersebut, nama relawan desa tercoreng dan mendapat pandangan buruk dari masyarakat luar desa.
“Kami secara sepihak dituduh menghadang ambulance. Padahal kami sekedar menanyakan soal kesepakatan awal bahwa ambulan tidak melewati jalan raya di desa kami untuk menuju Wanagama,” kata Koordinator Relawan Desa Banaran, Sudadi.
Lebih lanjut dikatakan, pada kesepakatan awal antara relawan desa dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kabupaten bahwa rute ambulan masuk ke Wanagama melalui jalur Bunder. Tepatnya masuk ke kiri persis di sebelah barat rest area Hutan Bunder melalui jalur hutan.
“Kesepakatan awalnya sebenarnya seperti itu (lewat Bunder),” kata dia.
Dengan pernyataan sepihak yang menyebut adanya aksi penghadangan kepada relawan pengantar pasien reaktif Covid-19 itu dianggap melukai hati para relawan desa. Sebab selama ini mereka telah merelakan waktu tenaga dan pikirannya untuk penanganan covid 19, setiap harinya dilakukan penjagaan di ruas jalan Banaran guna melakukan penyemprotan dan pengecekan kendaraan yang keluar masuk.
“Saya tegaskan bahwa relawan desa tidak menghadang, namun hanya menanyakan soal kesepakatan awal,” tandas dia.
“Kami juga bekerja demi kemanusiaan. Nama kami dicemarkan dengan pernyataan ‘menghadang’ tersebut,” kesal Sudadi.
Buntut dari pembubaran diri tersebut juga dibarengi dengan aksi pembongkaran posko oleh relawan. Sedikitnya ada 3 posko yang dibongkar dengan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Sementara itu, Sekretaris desa Banaran, Andi Setiawan mengatakan bahwa saat ini tengah dilangsungkan audensi dengan Camat Playen. Ia menyebut apa yang dilakukan para relawan ini memang karena kesal hati disebut menghadang.
“Sebenarnya relawan ini juga banyak berbuat, kita sayangkan mereka bubar. Semoga ada solusi. Karena ini karena mereka kesal disebut menghadang padahal hanya menghimbau saja,” kata dia.
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized20 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized23 jam yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
